Hal itu disampaikan International Tennis Integrity Agency (ITIA) pada Rabu. Petenis Australia berusia 31 tahun itu dilaporkan dinyatakan positif benzoylecgonine, metabolit kokain, saat turnamen ATP di Mallorca pada Juni. Laboratorium yang terakreditasi oleh World Anti-Doping Agency (WADA) mengonfirmasi temuan tersebut pada 17 Juli, menurut ITIA.
Ia menanggung "tanggung jawab penuh", tulis Kyrgios di Instagram: "Saya telah membuat kesalahan besar. Saya minta maaf kepada para penggemar saya, keluarga saya, para sponsor saya, dan semua orang yang dekat dengan saya. Terutama saya minta maaf kepada anak-anak yang mengikuti saya."
Mantan finalis Wimbledon itu telah diskors sementara sejak 4 Agustus. Menurut statuta, ia dapat mengajukan banding atas tindakan tersebut. Sejauh ini ia belum menggunakan hak itu. Kokain masuk dalam daftar terlarang WADA dan tidak diperbolehkan dalam kompetisi. Untuk penggunaan di luar kompetisi, sanksi yang lebih ringan berlaku bagi zat yang disalahgunakan.
Petenis yang ekstrover itu telah melalui tahun-tahun yang diwarnai cedera, dan pada musim ini ia baru memainkan empat pertandingan di ATP Tour. Di Mallorca, ia tersingkir pada putaran pertama. Sesaat sebelum pergantian tahun, ia sempat menjadi sorotan lewat "Battle of the Sexes" melawan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka, duel di Dubai itu dimenangkannya dalam dua set.
