Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Genoa CFC v Juventus FC - Serie A 2026/27Getty Images Sport
Diterjemahkan oleh

Kesabaran Habis, Pesan Keras Mengguncang Ruang Ganti Juventus

Ketegangan kian memuncak di internal Juventus, setelah tim memasuki fase kritis menyusul serangkaian hasil mengecewakan, yang terakhir adalah kekalahan dari Genoa. Kekalahan itu mengungkap masalah yang lebih dalam ketimbang sekadar kemerosotan hasil, dan menempatkan para pemain di bawah tekanan yang semakin besar dari manajemen serta suporter.

Setelah kesabaran para petinggi di Turin habis, manajemen Juventus memutuskan untuk turun tangan secara langsung, dalam upaya menghentikan hilangnya poin dan mengembalikan kedisiplinan ke ruang ganti, menjelang laga penting melawan Napoli, yang bisa menjadi titik balik krusial dalam perjalanan tim musim ini.

Menurut yang diberitakan situs "Foot Mercato" asal Prancis mengutip surat kabar Italia "La Gazzetta dello Sport", Giovanni Carnevali, CEO sekaligus direktur administrasi Juventus, mendatangi pusat latihan Continassa untuk menggelar pertemuan dengan para pemain dan meminta mereka memberikan penjelasan yang jelas terkait penurunan performa dan hasil-hasil terakhir.

Dalam pembicaraannya dengan para pemain dan pelatih Luciano Spalletti, Carnevali menyampaikan pesan yang sangat tegas, menegaskan bahwa situasi saat ini sudah tidak dapat diterima, dan bahwa tim tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan cara seperti ini. Ia mengatakan dalam pesannya: "Kita tidak bisa terus seperti ini, situasinya tidak dapat diterima, tetapi kita tidak bisa membebankan tanggung jawab kepada tim pelatih."

Meski hasil merosot dan tekanan meningkat, manajemen Juventus masih tetap mempertahankan pelatih Luciano Spalletti, dan tidak berpikir untuk memecatnya untuk saat ini, karena mereka menilai tanggung jawab tidak berada di pundak tim pelatih saja, dan bahwa para pemain dituntut untuk memikul bagian mereka dari tanggung jawab atas situasi saat ini.

Dalam rangka upaya pelatih asal Italia itu untuk menata ulang tim, dan atas permintaannya, diputuskan bahwa seluruh pemain akan menjalani pemusatan latihan di pusat Continassa mulai Jumat, demi mempersiapkan laga mendatang dengan sebaik mungkin.

Juventus bersiap menjamu Napoli pada Minggu malam di Stadion Allianz, dalam sebuah laga yang memiliki arti luar biasa, tidak hanya karena kekuatan lawan, tetapi juga mengingat kebutuhan mendesak tim untuk mengembalikan kepercayaan diri dan memberikan reaksi yang dapat menenangkan kembali situasi di klub.

Perilaku pemain memicu kemarahan manajemen

Kekhawatiran manajemen Juventus tidak terbatas pada hasil-hasil negatif saja, melainkan meluas lebih besar pada perilaku para pemain di atas lapangan, hal yang tampak jelas selama laga terakhir melawan Genoa.

Lawan terlihat lebih berkomitmen dan lebih bernafsu untuk memperebutkan bola, sementara para pemain Bianconeri kehilangan semangat yang dibutuhkan, dan gagal menghadapi kesulitan yang mereka temui selama pertandingan, tanpa menunjukkan reaksi yang diharapkan dari tim sebesar Juventus.

Spalletti sendiri tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap sejumlah aspek yang gagal ia tanamkan di dalam tim, mengakui bahwa ia tidak mampu menyampaikan sejumlah tuntutan mendasar kepada para pemainnya, terutama pentingnya duel satu lawan satu, pressing untuk merebut kembali bola, serta kepatuhan terhadap tugas-tugas bertahan.

Manajemen kini menanti respons segera dari para pemain, terutama Bremer dan rekan-rekannya, baik melalui perubahan perilaku dalam latihan maupun menampilkan level yang berbeda dalam pertandingan, yang mencerminkan besarnya tanggung jawab yang berada di pundak mereka.

Conte kembali menjadi sorotan, Spalletti menghadapi ujian krusial

Di tengah suasana yang memanas, sebagian pendukung Juventus mulai menuntut kembalinya Antonio Conte ke bangku cadangan, sebagai salah satu nama yang mampu mengembalikan karakter tim dan menegakkan kedisiplinan di dalam ruang ganti.

Namun tuntutan ini hingga kini belum sejalan dengan arah manajemen, yang tidak berkeinginan melakukan pergantian di sektor kepelatihan pada tahap ini, dan masih memberikan kepercayaan yang diperlukan kepada Spalletti untuk memimpin proyek dan memperbaiki arah.

Meski demikian, laga penting melawan Napoli menempatkan sang pelatih dan para pemainnya di hadapan ujian yang sangat sulit, karena Juventus tidak lagi memiliki banyak ruang untuk membuang lebih banyak poin, terutama dengan meningkatnya kritik dan bertambahnya keraguan mengenai kemampuan tim untuk mengembalikan levelnya.

Di antara sikap manajemen yang mempertahankan Spalletti dan kemarahan suporter atas penurunan performa, laga Minggu tampak lebih dari sekadar pertandingan memperebutkan tiga poin; ini adalah kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa Juventus mampu melewati krisisnya, atau awal dari fase yang lebih rumit di dalam klub.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google