Tahun 2014 menjadi tahun kebangkitan gelandang naturalisasi asal Jerman, Kim Jeffrey Kurniawan. Setelah terlupakan oleh klub-klub Indonesia, Pelita Bandung Raya memberikan Kim kepercayaan dengan merekrutnya.
Keberadaan Dejan Antonic, pelatih asal Serbia yang kala itu ditunjuk menukangi PBR, seakan menjadi jalan tersendiri untuk Kim merajut kembali ambisinya menjadi pesepakbola. Keduanya saling percaya dan bisa bekerja sama.
Dejan paham betul dengan mobilitas Kim, sehingga pemain mungil tersebut kembali diposisikan sebagai gelandang tengah untuk bergerak liar mencari bola. Setelah pada awal kariernya di Indonesia sempat jadi bek sayap, di bawah Timo Scheunemann.
"Mungkin paling berkesan Timo karena dia yang membawa saya ke sini [Indonesia]. Dan pastinya, Dejan yang mungkin membangkitkan karier saya karena pada waktu itu saya sempat hilang karena tidak ada kompetisi dan lain-lain. Tidak ada yang percaya pada saya," cerita Kim kepada Goal Indonesia .
"Dari situ Dejan yang percaya sama saya. Saya pribadi butuh kepercayaan pelatih untuk perform well. Perform maksimum, saya butuh kepercayaan pelatih biar saya bisa bermain lepas."

Kim juga melempar pujian kepada Pieter Huistra, yang sempat menjabat sebagai direktur teknik dan pelatih interim timnas Indonesia. Kim memperoleh tempat di dalam skuat Merah-Putih karena kepercayaan yang diberikan Huistra. Sayangnya, era Huistra berlangsung sangat singkat. Indonesia kemudian dihantam sanksi FIFA dan absen di pentas internasional selama setahun.
Ketika The Boys Are Back (julukan PBR) mampu menuntaskan ISL 2014 sebagai semi-finalis, Dejan dan Kim pun sama-sama menyeberang ke Persib Bandung pada kompetisi nonresmi 2016. Namun, Dejan harus lengser dan kini menukangi Hong Kong Rangers FC.
"Ya, dia kemudian pindah klub. Tapi saya masih berkomunikasi sama dia dan dia senang serta menyarankan agar bertahan di Persib," sambung Kim.
"Sebenarnya ketika pindah dia sempat mengajak saya juga. Tapi dia juga bilang, 'Tapi tidak apa-apa, mungkin lebih baik kamu bertahan di Persib'."
"Sampai sekarang komunikasi kami tetap berjalan. Karena memang dia baik sama saya juga dan benar-benar percaya serta mendukung saya."
"Postur tubuhku yang kecil sering menjadi kelamahanku, tapi dengan keinginan yang tak kenal lelah aku bisa menyingkirkan kelemahanku. Sekarang giliranmu, cari tahu kekuatanmu. Latih kekuatan itu dua kali lebih kuat sampai mereka tak lagi melihat kelemahanmu. Buktikan kalau kamu bisa menjadi The Next Legend!"
FROM ZERO TO HERO: Ikuti lima inspirasi dari kisah hidup perjalanan Kim Kurniawan. Berlatih dua kali lebih kuat, The True Sportmanship! Ikuti pula kisah berikutnya dari Kim Kurniawan, eksklusif di Goal Indonesia!




