Kenneth Perez angkat bicara di Dit was het Weekend soal perilaku Leeroy Echteld di pinggir lapangan pada laga antara FC Utrecht dan AZ (1-4). Analis itu tidak terkesan dengan tingkah pelatih tim Alkmaar tersebut.
Pada Sabtu malam, Utrecht dan AZ saling berhadapan di De Galgenwaard. Skor lama imbang, hingga Peer Koopmeiners pada masa injury time babak pertama melengkungkan tendangan sudut langsung ke gawang: 1-0.
Setelah jeda, pertandingan berjalan liar. Lewat Weslley Patati dan Mexx Meerdink, AZ sudah unggul 0-3 setelah 49 menit. Pada akhirnya Utrecht sempat memperkecil ketertinggalan melalui Artem Stepanov, tetapi Ayoub Oufkir mengakhiri semua harapan: 1-4.
AZ menuai pujian dari Perez, tetapi analis ESPN asal Denmark itu tidak menikmati aksi Echteld. “Semua sandiwara di pinggir lapangan itu benar-benar mengganggu saya,” ujarnya membuka pembicaraan.
“Minggu lalu kami mendengar bahwa KNVB akan bertindak lebih tegas terhadap keluhan para pelatih... Ini memang tidak pantas,” lanjut mantan pemain yang pernah membela AZ dan Ajax itu.
“Sebagai ofisial keempat, juga benar-benar tidak menyenangkan kalau terus-menerus didatangi pria yang berteriak seperti itu.” Pada akhirnya Echteld mendapat kartu kuning, tetapi bagi Perez itu tidak cukup. “Memangnya dia peduli? Langsung beri kartu merah! Enyahlah! Hentikan!”
Pada gol Koopmeiners, Echteld memegang pelatih bola mati, lalu keduanya merayakannya dengan sangat meriah. Itu pun tak bisa ditoleransi Perez. “Selebrasi bersama pelatih bola mati itu... Ayolah. Bertingkah normal sedikit. Ini benar-benar terlalu banyak sandiwara,” pungkasnya.
.png?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)