Jurnalis Arab Saudi, Sami Al-Qadhi, mengungkap perkembangan baru terkait masa depan pelatih asal Belanda, Marino Pusic, juru taktik Al Ahli Saudi, di tengah meningkatnya tekanan terhadap dirinya akibat hasil dan performa yang tidak stabil, serta spekulasi bahwa perjalanannya bersama klub bisa berakhir sebelum kontraknya yang berlaku hingga 2028 tuntas.
Al-Qadhi mengatakan, dalam penampilannya di salah satu ruang diskusi platform "X", bahwa Pusic tidak menolak untuk meninggalkan Al Ahli pada periode mendatang, mengingat suasana yang menyelimuti tim dan semakin kencangnya pembicaraan soal kemungkinan kepergiannya, sementara klub belum mengumumkan keputusan resmi mengenai masa depan pelatih tersebut.
Jurnalis Arab Saudi itu menambahkan bahwa nama-nama yang diajukan oleh Public Investment Fund untuk menangani Al Ahli sebagai pengganti Pusic sejauh ini belum terlihat meyakinkan. Hal itu menempatkan manajemen klub di hadapan tantangan berat jika keputusan untuk mengganti staf kepelatihan benar-benar diambil, terutama karena memilih pengganti yang tepat akan menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas tim dan kemampuannya bersaing.
Baca juga: Syarat Jesus hambat kepulangan Ronaldo, pertemuan krusial dinanti semua pihak!
Perkembangan ini muncul setelah Pusic menerima kritik yang semakin bertambah menyusul kekalahan Al Ahli dari Al Hilal dengan tiga gol tanpa balas, lalu kekalahan dari Al Qadsiah dengan skor 3-2, di samping kekalahan dari Al Khaleej. Rangkaian hasil tersebut memicu kekecewaan sebagian suporter yang menilai tim tidak menampilkan level yang diharapkan, meski memiliki sekumpulan pemain istimewa.
Sejumlah laporan media Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir telah membahas kemungkinan manajemen Al Ahli mengakhiri kontrak dengan pelatih asal Belanda tersebut, namun laporan itu menyebutkan bahwa aspek finansial bisa menjadi penghalang dalam pengambilan keputusan, mengingat Pusic terikat kontrak hingga 2028. Hal itu membuat setiap langkah untuk mengakhiri hubungan kerja sama memerlukan kajian atas konsekuensi kontraktualnya.
Meski berada di bawah tekanan, hasil-hasil Al Ahli belakangan menunjukkan perbaikan, setelah meraih kemenangan besar atas Al Fateh dengan empat gol tanpa balas di Liga Roshn Arab Saudi, sebelum mengalahkan Al Wasl dari Uni Emirat Arab dengan skor 3-1 di Liga Champions Elite Asia. Hasil tersebut memberi staf kepelatihan kesempatan untuk mengambil napas dan memulihkan sebagian kepercayaan diri.



