Manajer Leeds United Marcelo Bielsa tidak bisa menyembunyikan kemarahannya setelah dia dan klubnya mengalami kekalahan terburuk dalam sejarah di tangan Manchester City.
Sosok asal Argentina itu hanya bisa menonton saat City merajalela di Etihad Stadium sebagaimana tim tuan rumah mewujudkan skor telak 7-0 di pekan ke-17 Liga Primer Inggris, Rabu (15/12) dini hari WIB tadi.
Setelah bubaran, Bielsa mengakui bahwa hasil dan penampilan timnya memanglah buruk.
Apa Kata Bielsa?
"Tak ada hal positif yang bisa diambil dari penampilan kami," kata Bielsa kepada BT Sport setelah peluit akhir dibunyikan.
“Saya tidak menemukan apa pun yang bisa dinilai. Ketika tidak ada satu pun yang dilakukan dengan baik, bukan individualitas yang gagal, tetapi lebih ke konduksi dan organisasi.
"Tidak ada pembenaran yang dapat saya berikan. Pertandingannya berjalan persis seperti yang kami pikirkan. Kami sebenarnya sudah mempersiapkan diri untuk menghindari semua yang terjadi. Kami tidak berhasil mendapatkan apa pun.
“[Gaya kami yang biasa] adalah apa yang kami coba sepanjang pertandingan. Tentunya jika kami melakukan yang sebaliknya, kami akan disesalkan karena tidak mencoba untuk mengambil alih penguasaan lawan. Apa yang kami coba hasilkan justru mengundang bahaya untuk gawang kami sendiri. Kami tidak melakukan sesuatunya dengan baik. Itu terlihat dari skornya.
"Saya bersikeras semua yang terjadi adalah apa yang ingin kami hindari. Karena tidak ada yang bisa diambil dari sini, tidak dipungkiri pula bahwa saya harus bertanggung jawab atas kekalahan semacam ini. Kami tidak pernah memiliki penampilan seperti hari ini."
Titik Rendah
Pembantaian semalam menandai titik nadir dalam karier kepelatihan Bielsa yang panjang.
Belum pernah sebelumnya dalam 567 pertandingannya sebagai pelatih, mantan bos Newell's Old Boys, Argentina, Athletic Bilbao dan Marseille ini mendapati timnya kebobolan tujuh gol atau lebih, dan ini adalah kekalahan terberatnya sejak menjadi juru taktik lebih dari tiga dekade lalu.
Leeds juga mengalami kekalahan terburuk mereka dalam sejarah klub di liga.
Sejak terakhir kali dipermak Stoke City 8-1 pada 1934, Leeds tidak lagi kalah dengan selisih tujuh gol di liga. Meski begitu, mereka sempat merasakan kekalahan 7-0 di dua kesempatan di Piala Liga - dari Arsenal pada 1979 dan West Ham pada 1966 .
Hasil semalam membuat Leeds belum lepas dari bayang-bayang degradasi ke Championship lantaran kini hanya unggul lima poin dari Burnley yang berada di urutan ke-18, sedangkan rivalnya itu masih menyimpan dua laga lebih banyak.




