Legenda Lazio Paolo Di Canio mendukung Inter Milan mendatangkan gelandang Arsenal Granit Xhaka. Tapi juga mengingatkan klub asuhan Antonio Conte itu bahwa kedatangan gelandang Swiss itu akan membuat mereka bakal "kebanjiran" kartu kuning.
Xhaka memang belakangan dihubung-hubungkan dengan pintu Giuseppe Meazza, dengan wacananya Christian Eriksen akan dijadikan pelicin agar transfer ini berjalan lancar.
Xhaka dikenal sebagai salah satu pemain kasar di Liga Primer inggris. Meski begitu, Di Canio menilai dia akan cocok bermain untuk tim seperti Nerazzurri.
Kartu merah yang didapatkan Xhaka ketika Arsenal bentrok dengan Burnley membuat klub London Utara berpikir untuk menjual pemainnya tersebut. Sementara Eriksen kesulitan berkembang di bawah polesan conte dalam 12 bulan terakhir, Xhaka diinginkan Inter untuk mengisi kepergian pemain Denmark itu.
"Jika Anda ingin memulai pertandingan dengan kartu kuning, ya oke-oke saja," canda Di Canio, mengingat Xhaka seringkali bermasalah dengan wasit.
"Dia jelas pemain yang lebih cocok untuk Inter. Dia adalah pemain di sisi kiri, sangat keras, kasar, mungkin terkadang berlebihan karena dia mendapatkan banyak kartu kuning di Liga Primer Inggris," ulasnya.
Di Canio melihat, Xhaka akan lebih relevan dengan sistem Conte ketimbang keberadaan Eriksen.
"Dia akan bagus untuk gagasan Conte, dan bisa dipahami bahwa Eriksen secara teknik lebih unggul sekalipun dia tidak menunjukkannya di Inter. Faktanya, dia [Xhaka] pemain di sektor kiri yang sangat menarik," lanjut Di Canio.
Di Canio menikmati tahun-tahun sukses di Inggris bersama Sheffield Wednesday, West Ham United dan Charlton Athletic sebelum kembali ke Italia untuk memimpin Lazio selama dua musim.
Mantan manajer Sunderland itu kini bekerja sebagai pandit di televisi lokal Italia.




