Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Clear - Kim Jeffrey Kurniawan - Footer Banner

BE YOUR OWN LEGEND: Karlsruher Pernah Jadikan Kim Kurniawan Striker


OLEH   FARABI FIRDAUSY & AUDI RACHMAN

Melalui seri #BEYOUROWNLEGEND, Goal Indonesia akan mengikuti cerita Kim Jeffrey Kurniawan. Pemain naturalisasi asal Jerman yang menempuh jalan berliku untuk merebut hati para penggemar sepakbola. Mulai dari Persema Malang, bermain futsal, hingga kemudian menemui titik balik bersama Pelita Bandung Raya, kini Kim menjadi pujaan bobotoh Persib Bandung, meski awalnya sempat diragukan. Ikuti kisahnya mengatasi rintangan dan menjadi salah satu legenda sepakbola Indonesia!

Banyak yang masih mempertanyakan apa sebenarnya posisi natural dan peran dari Kim Kurniawan yang dalam tiga tahun terakhir menjadi mesin llini tengah tim yang diperkuatnya.

Kim memperkenalkan diri sebagai fullback ketika membela Persema Malang, klub pertamanya di Indonesia, pada 2011. Kala itu, Timo Scheunemann yang mengajak Kim ke Tanah Air.

"Mungkin karena juga berat saingannya, di tengah waktu itu ada Bima Sakti dan Robbie Gaspar. Dan kebetulan tidak ada bek kiri. Jadi, ya sudah. Buat saya tidak jadi masalah, asal saya bisa membantu tim. Saya main di situ," ungkap Kim kepada Goal Indonesia.

"Tapi itu hanya enam bulan sampai satu tahun. Setelahnya main di tengah dan itu masih tergantung juga. Biasanya [dalam formasi] tiga gelandang, main di tengah. Itu biasanya tergantung juga main sama siapa. Saya bisa menjadi gelandang bertahan, saya bisa jadi box-to-box, jadi tergantung partner-nya."

b223b3d76d3f4c904780a1c6cb78a7afce6909a1

Mulai mengenal sepakbola sejak usia empat tahun, Kim merupakan jebolan Karlsruher, tim yang berasal dari kawasan barat Jerman, persisnya sebelah timur hulu sungai Rhine. Klub tersebut mendidik Kim di berbagai posisi, dari mulai belakang hingga depan.

"Lucunya, awalnya saya masuk klub, saya berusia enam tahun dan itu saya menjadi striker. Mungkin itu salah satu kehebatan [pembinaan] di Jerman, mereka memang dari kecil mencoba-coba di semua posisi," cerita Kim dengan sedikit tertawa.

"Jadi selama saya main di Jerman, junior 13 tahun, semua posisi saya mainkan, mungkin cuma kiper yang tidak. Selain itu, semua posisi saya mainkan dan memang beberapa tahun terakhir di junior, mungkin 16, 17, 18, 19 tahun sudah diketahui 'Oh, ini agak main di tengah'."

"Mau itu ofensif apa defensif, dua-duanya bisa. Dan itu mungkin juga salah satu keunggulan saya sebagai pemain. Karena kalau saya pikir, pelatih senang punya pemain yang bisa bermain di banyak posisi."

73d1ad30a2f5701961a8a2a5cce0c5aeb360289c

Pelita Bandung Raya -- klub yang memberikan angin kedua bagi Kim -- memberikannya peran gelandang yang box-to-box atau bahkan kerap menyerang. Kini bersama Persib, Kim lebih sering dijadikan back-up Hariono sebagai gelandang jangkar.

"Walaupun sebenarnya senang main bareng [Hariono]. Menurut saya, Hariono tidak tergantikan. Tapi tergantung dia sendiri, maunya sampai kapan, pastinya saya selalu ada di samping dia," pungkas Kim, yang mengakui bahwa Hariono kerabat terdekatnya di Persib.

"Postur tubuhku yang kecil sering menjadi kelamahanku, tapi dengan keinginan yang tak kenal lelah aku bisa menyingkirkan kelemahanku. Sekarang giliranmu, cari tahu kekuatanmu. Latih kekuatan itu dua kali lebih kuat sampai mereka tak lagi melihat kelemahanmu. Buktikan kalau kamu bisa menjadi The Next Legend!"

FROM ZERO TO HERO: Ikuti lima inspirasi dari kisah hidup perjalanan Kim Kurniawan. Berlatih dua kali lebih kuat, The True Sportmanship!  Ikuti pula kisah berikutnya dari Kim Kurniawan, eksklusif di Goal Indonesia!

Clear - Kim Jeffrey Kurniawan - Footer Banner

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google