Bintang Portugal Cristiano Ronaldo, kapten Al Nassr Arab Saudi, kembali memicu kontroversi terkait Al Hilal, setelah muncul dalam sebuah video yang beredar luas memperlihatkan dirinya berbicara dengan striker asal Uruguay Darwin Nunez, menyusul tuntutan pemain tersebut agar wasit memberikan penalti dalam pertemuan kedua tim di pekan kedelapan Liga Roshn Pro.
Pertandingan menyaksikan Nunez terjatuh di dalam kotak penalti Al Nassr pada menit ke-39, akibat benturan dengan salah satu bek Al Nassr, sehingga penyerang Al Diriyah itu menuntut penalti. Namun wasit memutuskan untuk melanjutkan permainan setelah meninjau situasi tersebut melalui teknologi video, di tengah protes atas keputusan itu.
Saat eksekusi salah satu tendangan sudut, Ronaldo menghampiri Nunez dan melakukan percakapan empat mata dengannya mengenai momen tersebut, dalam adegan yang memicu interaksi luas di media sosial, setelah para pengikut menyebarkan tafsiran yang menyatakan bahwa kapten Al Nassr menyindir tidak diberikannya penalti, dengan menyinggung bahwa keputusan itu mungkin akan berbeda seandainya sang penyerang mengenakan jersey Al Hilal, bukan Al Diriyah.
Momen itu kembali menyeret Al Hilal ke pusaran kontroversi, terlebih karena Nunez bergabung dengan Al Diriyah dengan status pinjaman hingga akhir musim ini, setelah sebelumnya menjadi pemain di skuad tim berjuluk Si Biru tersebut. Hal inilah yang memberi percakapan antara bintang Portugal itu dan penyerang Uruguay tersebut dimensi tambahan, di tengah sensitivitas yang biasa terjadi antara pendukung Al Nassr dan Al Hilal terkait keputusan-keputusan wasit.
Meski tafsiran mengenai perkataan Ronaldo menyebar sebagai sindiran kepada Al Hilal, kata-kata yang dipertukarkan kedua pemain itu tidak terlihat secara pasti dalam video yang beredar, sehingga hal ini tetap berada dalam ranah tafsiran yang beredar, bukan pernyataan yang dipastikan dari kapten Al Nassr.
Baca juga: Video: Al Harifi mengkritik pemain Al Nassr karena tindakannya terhadap Ronaldo
Situasi perwasitan ini sebelumnya telah memicu diskusi luas pasca-pertandingan, terutama setelah mantan wasit internasional Saad Al Kathiri berpendapat bahwa Nunez tidak layak mendapatkan penalti, dengan menganggap bahwa posisi tangan bek Al Nassr tidak berpengaruh, dan keputusan untuk melanjutkan permainan sudah benar. Dengan demikian, satu momen dalam pertemuan Al Nassr dan Al Diriyah berubah menjadi bahan baru perdebatan antara pendukung kedua kutub, setelah kontroversi perwasitan berbaur dengan persaingan yang biasa terjadi antara Al Hilal dan Al Nassr.





