Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

Pablo Perez Boca Juniors Copa Libertadores 24112018JUAN MABROMATA

Kapten Boca Juniors: Kami Bisa Tewas Di Estadio Monumental

Kisruh leg kedua final Copa Libertadores yang menyajikan Superclasico antara River Plate dan Boca Juniors terus hadirkan kisah baru. Seperti dketahui, leg kedua yang sejatinya dihelat pada Sabtu (24/11) di Estadio Monumental urung digelar lantaran kekisruhan yang terjadi.

Suporter River yang jadi tuan rumah secara brutal menyerang bus Boca dalam perjalanan menuju stadion. Sederet pemain Los Xeneizes pun mengalami luka-luka bahkan dua di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit akibat pecahan kaca.

Federasi sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL) kemudian menunda laga selama 24 jam, tapi bentrok kembali ditunda untuk waktu yang belum ditentukan atas permintaan Boca yang tidak dalam kondisi ideal untuk lakoni pertandingan.

Pablo Perez Boca Juniors Copa Libertadores24112018Getty Images

Kapten Boca, Pablo Perez, yang jadi salah satu korban akibat pecahan kaca di mata kirinya lantas mengungkap mengapa timnya bersikeras enggan bermain di Estadio Monumental. Dia mengaku bahwa dirinya dan rekan-rekan setimnya takut bakal tewas di stadion berkapasitas 66 ribu penonton tersebut akibat ganasnya suporter River.

"Saya, kami, tidak bisa bermain di stadion, di mana saya tahu, saya bisa tewas. Bagaimana Anda bisa bermain sepakbola jika tidak ada jaminan keamanan?" ungkap Perez, seperti dikutip Goal Argentina.

"Orang-orang di sana menggila bahkan sebelum kami masuk ke stadion. Bayangkan jika kami menang di kandang River, berjaya di stadion kebangaan mereka, apa yang akan terjadi? Mereka bisa membunuh kami.

"Saya punya tiga anak perempuan, yang tertua memeluk saya dengan begitu eratnya ketika saya pulang ke rumah [setelah insiden penyerangan suporter River]. Dia menangis," kisahnya.

Gelandang berusia 33 tahun itu kemudian mengungkap bahwa kegilaan suporter River bahkan tetap dirasakannya ketika pergi dengan mobil ambulans, karena luka di mata kirinya.

"Ketika saya meninggalkan stadion dengan ambulans, mereka tetap melempari batu pada mobil itu. Sungguh, itu bukan hal minor yang terjadi. Saya sangat sedih dengan apa yang terjadi dan orang-orang di River. Ada kesedihan mendalam untuk orang-orang River, Boca, dan semua pihak," lanjutnya.

"Luka di mata kiri saya? Ini terjadi karena iritasi akibat pecahan kaca saat di dalam bus, yang dilempari berbagai benda dari segala arah. Ini adalah episode yang memalukan," tandasnya.

Kabar terkini menyebut bahwa CONMEBOL bakal menggelar pertemuan dengan pihak River dan Boca di Asuncion, Paraguay, untuk membicarakan penjadwalan ulang pertandingan.

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Ronaldo Torehkan Rekor Gol Untuk Juventus Setelah 50 tahun
2.Real Madrid Dibantai Eibar, Toni Kroos Sulit Beri Penjelasan
3.AC Milan Buka Potensi Pulangkan Gonzalo Higuain
4.Lewat Marotta, Inter Akan Tikung Juventus Angkut Paul Pogba
5.Trio Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
Footer VideoGoal Indonesia
Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google