Pelatih Juventus Massimiliano Allegri mengaku stres melihat timnya tak kunjung meraih kemenangan di musim baru.
Teraktual, skuadnya ditahan imbang AC Milan dengan skor 1-1. Dengan demikian, dari empat pertandingan berlalu, Juventus hanya mengumpulkan dua poin, dari dua hasil imbang.
Sisanya, Bianconeri menelan kekalahan. Allegri mengekspresikan kekecewaannya mendapati timnya kesulitan merebut tiga poin sejak membuka Serie A edisi 2021/22.
"Kendati memainkan babak pertama dengan baik, ketika kami menciptakan sejumlah peluang dan membiarkan Milan hanya membuat satu peluang, kami bahkan berisiko mengalami kekalahan di akhir laga yang berada dalam kontrol kami," tutur Allegri kepada DAZN.
"Sayangnya, kami kehilangan konsentrasi, determinasi dan fokus. Lihat corner saat kami kecolongan gol, ada rasa puas diri. Mustahil membiarkan laga ini setelah dalam kontrol. Tentu saja, kami perlu lebih banyak kemajuan, harus lebih banyak," lanjutnya.
"Pertandingan ini tidak mengubah apa pun dalam pandangan saya terhadap Juventus. Yang kami butuhkan adalah segera mempelajari bahwa ada beberapa laga yang Anda perlu untuk lebih keras, Anda harus lebih determinan, menghadirkan tekel, tetap fokus. Ini adalah bagian umum dari proses perkembangan para pemain," urai sang pelatih.
"Saya akan mengakui bahwa saya membuat kesalahan dengan pergantian pemain, saya mengakui itu keliru. Saya harusnya lebih banyak memasukkan pemain bertahan dan mengunci keunggulan 1-0, jadi saya bertanggung jawab atas itu," ulasnya.
Bagaimanapun, Allegri mensyukuri raihan satu poin menghadapi Milan. Dalam pandangan sang juru taktik, di setiap hasil yang tak sesuai keinginan, selalu ada nilai positif yang bisa diambil.
"Sungguh penting meraih hasil positif dan kami melakukannya. Kekalahan tentu secara defenitif tidak akan meninggalkan kami di belakang Milan," sambung Allegri.
"Masalahnya adalah memenangkan laga jadi satu hal, menjuarai liga adalah hal lainnya. Itu artinya jangan kebobolan banyak gol karena kesalahan-kesalahan seperti itu. Kami bisa meraih imbang jika tim lain bermain dengan lebih baik, bukan karena kami menyerah," terang Allegri.
"Ada beberapa hal positif, dengan kata lain di babak pertama. Namun yang membuat saya marah adalah di 15 menit terakhir. Kami seharusnya lebih berkorban, lebih siap untuk betarung mati-matian," katanya lagi.
"Di momen-momen seperti ini, Anda tidak boleh melihat permainan cantik secara estetis, Anda hanya harus merebut poin di kandang, sekalipun main jelek," pungkasnya.




