Antonio Conte memang pelatih Inter Milan. Akan tetapi, kerap kali diyakini bahwa di dalam hati kecil dia masih ada Juventus, klub yang telah membesarkan namanya.
Conte merupakan legenda Bianconeri. Kesuksesannya sebagai pemain dilanjutkan dia dengan menjadi pelatih klub tersebut. Bersama Conte, Juventus mengalami titik balik dari keterpurukan yang sempat dialami mereka selama bertahun-tahun.
Meski demikian, legenda Inter Marco Materazzi menilai, kini jiwa Juventus Conte sudah hilang. Yang tersisa, menurut Materazzi, adalah rasa pada Inter.
Mantan bek Italia itu melihat, Conte kini telah mengubah haluan dia dari seorang Juventino menjadi Interista.
Kemenangan atas Lazio baru-baru ini membuat Nerazzurri merebut puncak klasemen Serie A Italia dari genggaman rival sengitnya, AC Milan, yang di pekan sama mengalami kekalahan.
"Inter pantas menjadi pemimpin di Serie A," tutur Materazzi kepada La Gazzetta dello Sport.
"Tim ini dibangun untuk memenangkan Scudetto," lanjut pemenang Piala Dunia 2006 bersama timnas italia itu.
"Saya kira, Conte telah menjadi interista," ucap Materazzi saat membahas soal pertikaian Conte dengan presiden Juventus Andrea Agnelli belum lama ini.
"Conte memang meminta maaf atas sikapnya, tapi dia mengakui karena mendapatkan provokasi. Mengakui sebuah kesalahan adalah sebuah hal yang sangat luar biasa," lanjutnya.
"Kami adalah Inter dan kami terbiasa menghadapi kebisingan para musuh kami. Itu membuat segalanya menjadi lebih indah dan spesial," tandas pria 43 tahun tersebut.




