Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Zidane HeynckesGetty

Jupp Heynckes: Real Madrid Cuma Andalkan Serangan Balik

Pelatih Jupp Heynckes puas dengan performa yang disuguhkan Bayern Munich di Santiago Bernabeu walau tim asuhannya itu gagal mencapai final Liga Champions.

Bayern bertamu ke ibu kota Spanyol pada Rabu (2/5) dini hari WIB mengusung misi membalikkan ketertinggalan agregat 2-1 dari Real Madrid. Start brilian dilakoni sang jawara Bundesliga ketika Joshua Kimmich membuka skor saat permainan baru berusia tiga menit.

Namun, Karim Benzema memborong dwigol untuk membawa Madrid ganti memimpin 2-1, dengan gol kedua merupakan "hadiah" dari blunder fatal kiper Sven Ulreich. Deputi Manuel Neuer itu luput menghalau backpass Corentin Tolisso sehingga memudahkan Benzema mencuri bola dan mendorongnya ke gawang kosong.

Gol penyeimbang 2-2 dari James Rodriguez tidak cukup menyelamatkan Die Roten dari eliminasi di babak empat besar. Bayern tersingkir dengan agregat 4-3, tapi Heynckes merasa pasukannya bermain gemilang menghadapi raja Eropa yang disebutnya hanya bersandar pada serangan balik.

Sven Ulreich Bayern Real MadridGetty

"Ulreich mengalami sedikit blackout," kata Heynckes tentang kesalahan sang kiper. "[Tapi] kami menampikan performa kelas dunia, sepakbola indah, sayang sekali kami tereliminasi."

"Sudah lama saya tidak melihat Bayern bermain sebagus ini. Madrid hanya mengandalkan serangan balik."

"Dalam dua pertemuan, kami jelas lebih baik, tapi kami tak mampu mencapai final. Kami mendominasi [kiper Madrid Keylor] Navas spektakuler, terutama di ujung laga."

Setelah kembali dari masa pensiun untuk kembali menakhodai Bayern menggantikan Carlo Ancelotti, Heynckes memastikan akhir musim ini ia akan mundur secara permanen. Tempatnya bakal diambil alih Niko Kovac.

"Kali ini permanen, saya tidak akan pernah duduk di bench lagi. Tetapi saya tidak menganggap laga terakhir [di Liga Champions] ini sebagai penyesalan, hanya pengalaman menakjubkan."

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.AFC Kembali Denda Persija
2.Kena Tekel Horor, Kaki Mandzukic Butuh Sepuluh Jahitan
3.Kontroversial, Spalletti Tak Terima Kekalahan Di Derby D'Italia
4.Membedah Warisan Juara Cristiano Ronaldo
5.Potensi Grup Neraka Di Piala AFF 2018

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google