Pelatih Persis Solo Widyantoro mengaku belum puas dengan keberhasilan tim besutannya menjuarai Trofeo Kebangkitan, Sabtu (1/4) malam WIB, di Stadion Manahan. Widyantoro menilai lini depan masih harus dipoles lagi agar lebih tajam.
Pada laga pertama, Peris memetik kemenangan tipis 1-0 melawan Kalteng Putra melalui gol tunggal Ikhwan Ciptady pada menit ke-27. Di laga keduanya menghadapi PSPS Pekanbaru, Persis kembali memperoleh skor serupa. Kali ini, Bayu Andra tampil sebagai pahlawan kemenangan Persis.
SIMAK JUGA: Persis Solo Coret Lima Pemain
Persis tampil sebagai kampiun, karena pada laga lainnya, PSPS meraih kemenangan melalui adu penalti dengan skor 9-8 ketika melawan Kalteng Putra. Adu penalti terpaksa dilakukan setelah kedua tim hanya bermain imbang 1-1.
Widyantoro mengaku masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan menjelang bergulirnya Liga 2 2017 pada 18 April. Walau menciptakan banyak peluang, mereka hanya bisa menceploskan masing-masing satu gol melalui set-piece.
“Saya belum lama bergabung dengan tim, dan masih mencari formula, seperti bagaimana bermain dengan dua atau penyerang tunggal. Banyak peluang, terutama saat melawan Kalteng Putra, tapi hanya menghasilkan satu gol,” ujar Widyantoro.
SIMAK JUGA: Persis Resmi Ditangani Pelatih Baru
Sedangkan pelatih PSPS Philep Hansen Maramis merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit dalam duel kontra Persis. Menurut Philep, wasit tidak seharusnya mengesahkan gol Bayu, karena terlebih dulu ada pelanggaran kepada kiper.
“Menang-kalah sudah biasa, tapi harus dilakukan dengan fair. Tadi ada pelanggaran terhadap kiper, tapi gol tetap disahkan. Tapi secara keseluruhan, anak-anak sudah bermain dengan semangat. Kami mampu menciptakan banyak peluang, tapi tidak ada yang menjadi gol,” tutur Philep.

