LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Pelatih Arema FC Joko Susilo tidak mempermasalahkan jumlah gol yang dilesakkan ke gawang Persegres Gresik United ketika tim besutannya menang 2-0 di Stadion Kanjuruhan, Rabu (26/10) malam WIB.
Menurut Joko, target menang dengan skor telak melawan tim seperti Gresik United adalah hal yang wajar. Namun Joko hanya fokus mengembalikan mental pemain setelah dalam beberapa laga terakhir mendapatkan hasil negatif.
“Banyak yang menyatakan kami harus menang besar atau apalah. Tai kemarin saya tidak mau terpancing, dan tetap respek. Saya fokus kepada tim, saya mengetahui kondisi tim bagaimana saat ini. Memang banyak peluang yang gagal dimaksimalkan, tetapi yang terpenting kami meraih kemenangan,” beber Gethuk, sapaan Joko.
“Sudah saya katakan, Gresik adalah tim bagus, dan sepakbola bukan hitungan. Sama seperti pekan lalu, Sriwijaya FC berhasil menang di kandang Serui, sementara kami baru saja dibantai Bali United. Banyak beranggapan bagaimana jadinya Arema nanti. Selama pemain konsisten, dan melakukan apa yang disepakati di meeting, insya Allah tidak ada masalah.”
Gethuk pun memuji loyalitas 2000-an Aremania yang datang ke Kanjuruhan. Stadion ini memang terbilang sepi, karena Singo Edan tidak berhasil bertengger di papan atas klasemen.
“Suporter memberikan dukungan yang luar biasa, ada yang tadi masuk ke ruang ganti mengatakan 'hidup mati, kalah menang, kami tetap Arema', saya trenyuh dan kami Arema sepakat ingin memberikan kemenangkan untuk Aremania,” imbuh Gethuk.
Sementara itu, Adam Alis menganggap jika kegagalan Arema menang besar dikarenakan ada Satria Tama. Gelandang Arema ini menilai Satria tampil mengesankan.
“Saya senang Arema bisa memenangkan pertandingan. Di babak pertama harusnya kami bisa mencetak gol. Tetapi kiper mereka yaitu Satria Tama tampil luar biasa, karena mampu menyelamatkan banyak sekali tembakan. Saya salut kepada dia. Hasil ini menjadi modal yang bagus untuk tur Papua,” ujar Adam Alis. (gk-48)




