John Stones Manchester City 2019-20Getty Images

John Stones, Pep Guardiola & Manchester City Hadapi Ketidakpastian Di Bursa Transfer

Manajer Manchester City Pep Guardiola mengakui bahwa timnya mungkin harus menjual pemain sebelum bisa mendatangkan bek yang dia inginkan, dan itu lantas membuat masa depan John Stones semakin tidak pasti.

Sebelum pandemi virus corona membuat sepakbola ditangguhkan pada Maret kemarin, Guardiola ingin membeli satu, atau mungkin dua bek sentral baru ketika bursa transfer kembali dibuka guna menguatkan lini belakangnya, mengingat tim yang ada sekarang kesulitan untuk mengejar Liverpool.

Setelah kepergian kapten Vincent Kompany pada musim panas 2019 dan kegagalan untuk mencari pengganti, ditambah rentetan cedera yang menimpa Aymeric Laporte, kelemahan City di jantung pertahanan seperti terekspos.

Mereka sejauh ini telah kalah tujuh kali di Liga Primer - lebih banyak dari gabungan dua musim sebelumnya - dengan kebobolan 31 gol, lebih banyak dari dua kampanye sebelum ini, selagi kompetisi kali ini masih menyisakan sembilan pertandingan.

“Saya tidak tahu untuk saat ini,” kata Pep ketika ditanya kemungkinan untuk mendatangkan bek sentral baru di bursa transfer, jelang pertandingan awal pekan melawan Burnley.

“Di tempat saya sebelumnya - Barcelona, Bayern [Munich] dan di sini - ketika pihak klub berkata kita tidak bisa membeli, itu artinya kita memang tidak bisa membeli, namun saya tidak tahu, itu tergantung pada pemain mana yang bertahan. Mungkin dalam dua bulan ke depan tim ini bisa melangkah maju dan kami akan tetap punya pemain yang sama. Untuk saat ini saya tidak tahu.”

Stones dan Nicolas Otamendi tampaknya akan menjadi pemain yang dikorbankan, dengan keduanya masih terikat kontrak untuk dua tahun tersisa, meski Stones nantinya bakal memiliki nilai jual yang lebih tinggi jika pergi.

Sejauh ini ada spekulasi mengenai kemungkinan ia bergabung dengan Newcastle United andai konsorsium dari Arab Saudi berhasil mengakuisisi klub, sementara manajer Arsenal Mikel Arteta sempat dikaitkan dengan transfer bek internasional Inggris itu pada Januari kemarin.

Seperti Guardiola, mantan asisten City itu tahu betul soal kualitas Stones, namun di sana tetap ada kekhawatiran mengenai kemampuannya untuk tampil konsisten.

Kedua sosok asal Spanyol itu menegaskan bahwa pemain 26 tahun tersebut memiliki kemampuan untuk menjadi salah satu bek terbaik di dunia, namun rentetan cedera dan peformanya yang tidak konsisten selama hampir empat tahun di Etihad Stadium membuatnya gagal memenuhi potensi sejauh ini.

Stones tampaknya telah kehilangan tempatnya di skuad City sebelum kompetisi ditangguhkan akibat pandemi, dengan ia bahkan dilewatkan dari starting line-up dalam lawatan ke Real Madrid dan Leicester City, namun dipanggil kembali untuk menghadapi Aston Villa di final Piala Liga dan melawan Sheffield Wednesday di Piala FA.

Absennya dia dari susunan pemain yang dibawa ke markas Arsenal di hari pertama Project Restart lantas membuat banyak pihak bertanya, meski Guardiola kemudian mengklarifikasi bahwa dia absen lantaran cedera engkel ringan.

Meski begitu, kemunculan bek muda Eric Garcia bisa memberi Guardiola lebih banyak fleksibilitas dengan pasukannya. Pemuda berusia 19 tahun itu adalah starter yang mengejutkan saat melawan The Gunners, dengan ia berhasil mengatasi ancaman Pierre-Emerick Aubameyang sebelum kemudian ditandu akibat bertabrakan dengan Ederson.

Namun demikian, Garcia sekarang berharap untuk mendulang penampilan yang lebih teratur, dan pihak klub berminat untuk menghadiahinya kontrak baru sekaligus untuk menangkal ketertarikan dari klub lamanya Barcelona, yang masih menyesali kepergian bakatnya itu sebagai prospek 16 tahun.

Bek akademi Taylor Harwood-Bellis juga bermain mengesankan dalam beberapa penampilannya musim ini, sementara Tosin Adarabioyo telah mendapatkan lebih banyak pengalaman bersama klub Liga Championship Blackburn Rovers.

Jadwal padat setidaknya akan memberi Stones kesempatan untuk menegaskan tempatnya, dengan City menghadapi minimal 11 pertandingan dalam 46 hari ke depan, belum lagi potensi melakoni turnamen mini Liga Champions di Lisbon jika mereka bisa melewati Real Madrid dari babak 16 besar.

John Stones Manchester CityGetty Images

Direktur sepakbola Txiki Begiristain kemungkinan akan menghadapi bursa transfer yang sibuk, dengan keraguan seputar masa depan Joao Cancelo dan Leroy Sane, meski Guardiola menegaskan pihaknya takkan menjual nama terakhir.

“Pertama-tama, Leroy adalah pemain kami,” tegas Guardiola. “Saya tidak tahu apakah dia akan pergi pada musim panas ini atau di akhir kontraknya, namun kami punya beberapa pemain yang bagus di depan.

“Gabriel [Jesus] bisa bermain di kiri, Phil Foden bisa bermain di kiri, kami juga punya Raheem [Sterling] di sana. Kami punya pemain-pemain besar dan bertalenta di depan. Kebanyakan dari mereka ada dalam kondisi yang sehat, seperti Phil, Riyad [Mahrez], Gabriel, Raheem, mereka bisa bermain cukup sering untuk periode yang lama, mereka semua cukup stabil dalam kaitan situasi cedera.

“Saya kira kami punya prioritas lain [di bursa transfer]. Saya tidak tahu, setelah virus corona ini, apakah situasi ekonomi dan finansial klub-klub mengalami perubahan. Saya tidak tahu apa situasinya sekarang. Kita akan melihatnya di akhir musim ini.”

Aktivitas transfer City sampai saat ini masih mengambang dan itu bisa dipengaruhi dengan bagaimana akhir musim mereka serta apakah mereka bisa sukses dalam bandingnya di Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS) terkait suspensi larangan bermain selama dua tahun di kompetisi Eropa.

Sementara itu, Stones kehabisan waktu untuk meyakinkan banyak pihak mengenai masa depannya di klub.

Iklan
0