Pelatih timnas Jerman Joachim Low tidak takut apabila laga final Piala Konfederasi 2017 kontra Cile harus berlanjut hingga babak adu penalti, meski ia juga mengakui sang kiper lawan Claudio Bravo yang ia sebut sebagai "penalty killer" bisa mengancam timnya.
Kiper Manchester City itu melakoni debut yang kurang mengesankan di Liga Primer Inggris musim lalu. Tapi ia mampu bangkit dan tampil hebat saat berhasil menghalau tendangan penalti Ricardo Quaresma, Joao Moutinho, dan Nani sehingga sukses membawa tim asuhan Juan Antonio Pizzi menaklukkan sang juara Eropa Portugal dengan skor 3-0 di babak adu penalti. Sebelumnya laga semi-final yang berlangsung di Kazan itu berjalan imbang 0-0 selama 120 menit.

SIMAK JUGA: Rahasia Claudio Bravo Tangkis Tiga Penalti
Cile sukses meraih gelar juara Copa America pada 2015 dan 2016 juga lewat babak adu penalti, dengan kehadiran Bravo sebagai penjaga gawang mereka. Tapi Low menegaskan timnya sama sekali tidak takut jika harus menjalani adu penalti di laga final yang akan berlangsung di Krestovsky Stadium, St Petersburg, Senin (3/7) dini hari WIB.
"Tidak, tentu tidak. Mengapa harus begitu? Cile punya para pemain bagus yang bisa mencetak gol dari titik putih. Saat menghadapi Portugal mereka melakukannya tanpa kesalahan," ujar Low di sesi konferensi pers jelang laga seperti dikutip dari Goal Internasional .
SIMAK JUGA - PREVIEW Final Piala Konfederasi 2017: Cile - Jerman
"Claudio Bravo sangat membantu. Dia nampaknya adalah penakluk penalti sejati."
"Kami juga memiliki para pemain yang bagus dalam mengeksekusi penalti. Kami akan mencoba menghindari itu tapi kami sama sekali tidak takut menghadapi adu penalti."

