Setelah tersingkir secara dramatis di Piala Dunia, Jerman sangat marah kepada satu orang: wasit yang bertugas, Jalal Jayed. Pada menit ke-102, ia menganulir gol yang dicetak oleh Jonathan Tah.
Pada babak 16 besar turnamen tersebut, Jerman berhadapan dengan Paraguay pada Senin malam. Tim asal Amerika Selatan itu secara mengejutkan unggul 1-0 lebih dulu melalui sundulan Julio Enciso.
Di babak kedua, Kai Havertz menyamakan kedudukan. Penyerang tersebut berhasil mengubah umpan silang dari Florian Wirtz menjadi gol.
Pada babak perpanjangan waktu, Jerman tampaknya akan membawa pulang kemenangan. Tah menyundul bola tendangan sudut ke tiang jauh, namun gol tersebut dianulir. Waldemar Anton dianggap menghalangi kiper Paraguay, demikian keputusan wasit. Setelah adu penalti, Paraguay akhirnya keluar sebagai pemenang.
Tak ada seorang pun di Jerman yang setuju dengan keputusan tersebut. Thomas Müller memberikan analisisnya secara langsung di televisi mengenai situasi tersebut. “Itu adalah gol yang sepenuhnya sah. Gol ini seharusnya tidak pernah dianulir. Kami telah dicurangi,” keluhnya di TALKSport.
Mantan wasit Patrick Ittrich juga menyampaikan pendapatnya. Ia sepenuhnya setuju dengan Müller. “Saya tidak melihat adanya dorongan atau pukulan dari Anton. VAR seharusnya tidak ikut campur dalam hal ini.”
Seorang wasit Jerman pensiunan lainnya mendukung pernyataan mantan rekannya dan Müller. Thorsten Kinhöfer: “Kiper langsung bangkit. Ini adalah kontak biasa, bukan pelanggaran. Saya tak bisa berkata-kata,” katanya kepada SauerlandKurier.
Di media sosial pun ramai membicarakannya. Para penggemar sepak bola Jerman menganggap keputusan wasit tersebut sama sekali tidak dapat diterima.



