Karim Benzema masuk ke dalam 26 nama yang dipilih oleh Didier Deschamps untuk memperkuat timnas Prancis di ajang Euro 2020, setelah terakhir kali memperkuat Les Bleus, Oktober 2015.
Hal tersebut membuat banyak pihak terkejut karena dia tak pernah dipanggil lagi sejak saat itu karena berselisih dengan rekan senegaranya Mathieu Valbuena.
Pro kontra terjadi karena keputusan pelatih Prancis itu untuk memanggil Benzema kembali ke timnas.
Legenda Prancis Raymond Domenech juga memberikan pendapatnya tentang kembalinya penyerang Real Madrid itu untuk berseragam timnas.
Domenech yakin bahwa hadirnya Benzema bisa saja merusak keseimbangan tim. Mungkin bagi penggemar, adanya Benzema akan menambah daya gedor serangan tim, posisi yang sebelumnya diisi oleh Olivier Giroud. Namun bagi mantan pesepak bola dan pelatih tersebut, itu akan menimbulkan sedikit masalah.
"Semuanya akan membingungkan. Ini sedikit canggung," kata mantan pelatih Olympique Lyon tersebut dilansir dari L'Equipe. "Tentu saja akan ada yang setuju dan tidak setuju dengan hal itu."
"Kekurangannya justru karena semuanya fokus kepada Karim, kepada Benzema, dan tiba-tiba, pemain lain merasa disingkirkan, sehingga mereka tidak tahu bagaimana peran mereka, karena di sana, kami hanya akan melihat dan membicarakan Karim selama dua pekan saja."
Selain itu menurut Domenech, kedatangan Benzema pasti akan berdampak bagi tim, namun belum tentu positif karena dia baru saja bergabung. Menurutnya, andai sang striker sudah dipanggil kembali sejak Maret, keraguan itu tidak akan muncul.
"Apakah dia akan memainkan pertandingan? Apakah dia akan menggantikan [Kylian] Mbappe? Bagaimana dia akan berperilaku di sana? Semua pasti bingung. Dia memiliki sisi yang memalukan," tambahnya.
"Jika dia [Deschamps] membawanya pada bulan Maret, mungkin kami akan menyingkirkan hal itu. Tapi mungkin pada waktu itu, Didier belum siap untuk membawanya kembali."
"Ada sedikit keraguan bagi saya yang akan membebani Karim, yakni cara dia berhubungan dengan yang lain."





