Mantan penjaga gawang Arsenal, Jens Lehmann, menegaskan bahwa pelatih asal Spanyol yang kesulitan berbahasa Inggris hampir selalu gagal dan menyiakan “hadiah besar” yang didapat.
Emery ditunjuk sebagai suksesor Arsene Wenger yang memutuskan mundur dari kursi pelatih pada akhir musim 2018/19 setelah membesut Arsenal selama 22 tahun.
Apes, belum dua musim berjalan, Emery dipecat Arsenal pada akhir November 2019. Hingga kini pun ia masih menganggur, sementara The Gunners telah mempercayai Mikel Arteta.
Selain hasil jelek Arsenal dalam tujuh laga berentet, Emery juga dikritik lantaran dianggap kurang cakap dalam berbahasa Inggris.
Komunikasi buruk tersebut dianggap banyak pihak menjadi kendala para pemain Arsenal sulit memiliki hubungan baik dan mencerna maksud Emery.
Emery bahkan sampai dijuluki sebagai "Mr Good Ebening" oleh fans Arsenal imbas aksen bahasa Inggris-nya yang tidak sempurna.
"Saya ada di sana [Arsenal] sebagai asisten pelatih dua tahun lalu, tetapi Arsene [Wenger] memutuskan mundur dan mereka [manajemen] mengubah seluruh elemen manajerial dan membuat kesalahan dengan memilih orang yang salah," ucap Lehmann kepada Stadium Astro, Kamis (11/6).
“Orang-orang di level atas terkadang tidak tahu apa yang saya ketahui tentang sepakbola dan mereka tidak mengalami bagaimana memenangkan sesuatu. Jadi itu tidak mudah bagi mereka.”
“Saya pikir dia ingin membawa stafnya sendiri yang bahkan tidak bisa berbahasa Inggris. Lalu seorang pria seperti saya, yang pernah bermain untuk mereka, mereka tidak menginginkan kami.”
"Saya pikir itu adalah hadiah besar baginya [Emery] bahwa dia terpilih sebagai manajer Arsenal, karena saya pikir dia tidak cukup baik karena dia memiliki masalah bahasa.”
"Dia mungkin punya beberapa ide bagus dalam bahasa Spanyol, tetapi dia tidak bisa mentransfernya ke dalam sepakbola Inggris,” tambahnya.
Lehman membela Arsenal pada periode 2003–2008. Ia diplot sebagai penerus kiper legendaris Inggris, David Seaman.
Setelah memutuskan pensiun pada 2010 di Stuttgart, Lehmann sempat menerima kontrak jangka pendek di Arsenal pada Maret 2011 kala The Gunners krisis kiper imbas cedera.
Kini, mantan kiper timnas Jerman itu resmi bergabung sebagai anggota dewan pengawas Hertha Berlin, sejak Maret lalu.


