Al Ittihad vs Al Kholood - Saudi Pro LeagueGetty Images Sport

Diterjemahkan oleh

Jalan Buntu: Mengapa Youssef En-Nesyri Menolak Meninggalkan Al-Ittihad?

Masa depan pemain Maroko Youssef En-Nesyri berubah menjadi salah satu berkas paling rumit di internal Al-Ittihad, setelah keinginan tim kepelatihan untuk melepasnya berbenturan dengan sikap sang pemain yang bersikeras bertahan, sehingga persoalan ini memasuki babak baru yang bisa berlanjut hingga akhir bursa transfer musim panas.

Menurut kabar yang beredar, pelatih asal Jerman Jens Wissing tidak puas dengan penampilan yang ditunjukkan En-Nesyri selama pemusatan latihan, dan meminta manajemen untuk bergerak mendatangkan penyerang baru yang sesuai dengan proyek teknis yang ingin ia terapkan sebelum musim dimulai.


Visi teknis dan penolakan dari sang pemain

Keinginan tim kepelatihan untuk melakukan perubahan tidak serta-merta berarti En-Nesyri adalah pemain yang buruk, tetapi hal itu mencerminkan perbedaan dalam visi teknis. Wissing mencari penyerang yang memiliki karakteristik berbeda, baik dalam hal pressing terus-menerus, pergerakan di antara lini, maupun kecocokan dengan cara main yang hendak ia andalkan.

Baca juga: Mengejutkan! Apa kebenaran soal bergabungnya Yassine Bounou ke Al-Nassr Saudi?

Berdasarkan hal itu, manajemen mulai menjalin komunikasi dengan agen sang pemain untuk membahas kemungkinan kepindahan, sembari berupaya menyelesaikan hak-hak finansialnya. Namun, jawaban yang datang jelas; En-Nesyri tidak ingin meninggalkan Al-Ittihad untuk saat ini.

Uang menjadi penentu pertarungan

Hambatan terbesar bagi kepindahan En-Nesyri bukanlah ketiadaan tawaran, melainkan selisih finansial yang besar antara apa yang ia terima di Al-Ittihad dengan apa yang ditawarkan klub-klub yang berminat mendapatkan jasanya.

Sang pemain menilai bahwa kepindahan berarti kehilangan sebagian besar dari kontraknya saat ini, dan hal itulah yang mendorongnya menolak gagasan tersebut sejak awal, sembari bersikeras atas haknya untuk bertahan atau mendapatkan tawaran yang menjamin baginya hak-hak finansial yang sama.

Di sinilah manajemen Al-Ittihad mendapati dirinya berada di hadapan dilema yang nyata; mereka ingin membuka ruang untuk mendatangkan penyerang baru, tetapi di sisi lain mereka tidak dapat memaksa sang pemain untuk pergi, terlebih dengan kontraknya yang masih berlaku.

Dengan demikian, berkas ini bisa berubah menjadi salah satu tantangan terbesar Al-Ittihad di bursa transfer, sebab keberhasilan klub dalam mendatangkan penyerang baru bisa jadi lebih dulu bergantung pada ditemukannya jalan keluar yang tepat bagi krisis En-Nesyri, baik dengan meyakinkannya untuk pergi maupun dengan mencapai kesepakatan yang memuaskan semua pihak, dan hal itu tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google