LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Pelatih Mitra Kukar Jafri Sastra menyesalkan komunikasi antar-pemain yang tidak terjalin dengan baik, sehingga Arema FC bisa mencetak dua gol kemenangan ketika bertemu di Stadion Gajayana, Minggu (28/5) malam WIB.
Selama 90 menit permainan, Mitra terlihat memiliki banyak peluang dibabak pertama. Namun sejumlah peluang itu gagal dimaksimalkan menjadi gol. Di babak kedua, saat ada dua kesalahan yang dilakukan, keduanya berhasil menjadi gol untuk Arema.
SIMAK JUGA: Arema Bangkit Di Stadion Gajayana
“Saya perlu mengucapkan terima kasih kepada pemain yang telah berjuang maksimal. Mereka bekerja dengan baik di lapangan, hanya saja hasil berkata lain. Saya pikir kami kehilangan konsentrasi, sehingga bisa dimanfaatkan Arema. Gol pertama dari tendangan pojok, dan gol kedua dari tembakan jarak jauh terjadi karena ada miskomunikasi,” beber Jafri.
“Secara tim kami masih mempunyai banyak kekurangan hingga laga kedelapan ini. Bukan masalah finishing saja, tapi juga masalah lain, seperti komunikasi dan organisasi. Saat tertekan bagaimana transisi dari bertahan ke menyerang. Kekalahan ini menjadi catatan kami untuk diperbaiki lagi.”
SIMAK JUGA: Gonzales Minta Penggawa Arema Lebih Kompak
Di sisi lain, Jafri menyebut atmosfer pertandingan membuat Arema seperti memiliki energi yang lebih banyak, sehingga efek penurunan stamina karena sebagian besar pemain menjalani puasa seperti tidak tampak di kubu lawan.
“Mitra Kukar dan Arema sebenarnya mengalami penurunan permainan di babak kedua karena stamina, tetapi bagaimanapun jika sesuatu menjadi kekurangan, dan itu dialami tuan rumah, maka tenaga akan muncul dari orang yang memberikan dukungan kepada mereka, dan hal itu tidak kami dapatkan malam ini," ujar Jafri.
SIMAK JUGA: Pelatih Mitra Kukar Soroti Pemain Sayap Arema FC
Sementara itu, Septian David Maulana berharap permainan bagus Mitra Kukar di laga selanjutnya sebanding dengan hasil positif yang didapatkan.
“Kami sudah bermain bagus, dan kami kurang beruntung. Semoga laga selanjutnya kami dinaungi keberuntungan untuk memenangkan pertandingan,” tukasnya. (gk-48)




