Lompat Ke:
- Live Streaming Wolverhampton vs Chelsea
- Kapan Jadwal Pertandingan Wolverhampton vs Chelsea
- Prediksi Line-up
- Preview
- Prediksi skor
Chelsea akan kembali beraksi untuk pertama kalinya semenjak menunjuk sang legenda, Frank Lampard, sebagai kerteker pengganti Graham Potter. The Blues asuhan Lampard bakal melawat ke Molineux Stadium untuk menantang tuan rumah Wolverhampton Wanderers pada Sabtu (8/4) malam WIB.
Empat besar hampir pasti berada di luar jangkauan, sehingga Lampard mestinya menggunakan laga ini untuk 'pemanasan' menghadapi Real Madrid di perempat-final Liga Champions...
Live Streaming Wolverhampton vs Chelsea
Pertandingan Liga Inggris 2022/23 antara Wolves vs Chelsea akan disiarkan di Vidio pada Sabtu, 8 April 2023 pukul 21:00 WIB.
Simak jadwal TV selengkapnya di sini.
| Stasiun TV | - |
| LIVE streaming | Vidio |
Kapan Jadwal Pertandingan Wolverhampton vs Chelsea?
| Pertandingan | Wolverhampton vs Chelsea |
| Tanggal | Sabtu, 8 April 2023 |
| Kick-off | 21:00 WIB |
| Stadion | Molineux Stadium, Wolverhampton |
Prediksi Line-up Wolverhampton
| Posisi | Prediksi line-up Wolves (3-4-2-1) |
| Kiper | Forster |
| Belakang | Romero, Dier, Lenglet |
| Tengah | Emerson, Skipp, Hojbjerg, Davies |
| Depan | Kulusevski, Son Kane |
Prediksi Line-up Chelsea
Cesar Azpilicueta, Thiago Silva, Armando Broja bakal absen karena cedera, sementara Pierre-Emerick Aubameyang diragukan karena masalah punggung.
Kembalinya Lampard akan membuka jalan bagi Edouard Mendy untuk kembali ke bawah mistar gawang, mengingat buruknya performa Kepa Arrizabalaga di bawah masa bakti pertama pelatih 44 tahun itu. Selain itu, Lampard diprediksi akan menggunakan skema empat bek, dengan tiga gelandang.
| Posisi | Prediksi line-up Chelsea (4-3-3) |
| Kiper | Mendy |
| Belakang | James, Fofana, Badiashile, Chilwell |
| Tengah | Enzo, Kante, Kovacic |
| Depan | Pulisic, Havertz, Sterling |
Preview
Chelsea akhirnya mengakui kegagalan proyek Graham Potter dan memecatnya 3 April kemarin. Namun sayangnya semua sudah terlambat, mereka sudah terlanjur terperosok ke peringkat 11 dan mungkin tak ada lagi jalan kembali ke empat besar.
Didatangkanlah Frank Lampard, seorang legenda besar dalam sejarah The Blues yang harapannya mampu menstabilkan kapal oleng Stamford Bridge. Meski owner sudah berubah, ini bukan pertama kali Chelsea mengandalkan sang legenda di situasi genting. Ia pertama kali ditunjuk sebagai pelatih pada musim 2019/20, setelah mereka dijatuhi hukuman larangan transfer dan ditinggal Maurizio Sarri yang lebih memilih melatih Juventus serta Eden Hazard yang akhirnya mewujudkan mimpinya bermain untuk Real Madrid.
Kali ini tugasnya agak berbeda, dan bahkan mungkin lebih tanpa beban mengingat kampanye liga sudah tak terselamatkan. Oleh karenanya, fokus utama adalah memperbaiki moral ruang ganti yang tentunya tercabik-cabik dan membuat skuad mahal Chelsea mampu mencetak gol, sesuatu yang gagal diwujudkan Potter selama tujuh bulan terakhir. Untungnya, Chelsea-nya Lampard mampu mencetak banyak gol, meski menjadi salah satu tim dengan pertahanan paling keropos saat itu.
Tantangan pertama Lampard adalah Wolves, yang mengambang di papan bawah dan zona degradasi sepanjang musim, dan tanpa kemenangan di tiga laga terakhir. Namun Chelsea tanpa kemenangan di tiga laga terakhir sebelum akhirnya terlempar dari 10 besar. Di atas kertas, kemenangan seharusnya bisa diraih, tetapi situasi The Blues saat ini begitu muram sehingga bukan mustahil mereka malah tumbang. Harusnya kehadiran legenda di kursi panas kepelatihan mampu membangkitkan sedikit semangat dan atmosfer dari para suporter, dan semoga para pemain juga merasakannya.




