Anthony Martial, Man UtdGetty

Jadi Ke Liga Champions Tidak, Manchester United?

Di hari ketika Manchester United mengetahui soal apa yang diperlukan untuk mengamankan kompetisi Liga Champions musim depan, tim arahan Ole Gunnar Solskjaer itu justru menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dengan mereka kebobolan gol di masa injury time kala meladeni Southampton di Old Trafford, Selasa (14/7) dini hari WIB tadi.

Pertandingan itu dimulai tak lama setelah tersiar kabar bahwa Manchester City memenangkan bandingnya terhadap sanksi larangan bermain di Liga Champions yang dijatuhkan UEFA. Itu kemudian memunculkan konsekuensi kepada tim-tim yang bersaing untuk mengamankan tempatnya di empat besar Liga Primer Inggris, karena finis di posisi kelima takkan cukup.

Dan posisi lima itu masih sulit dilepas oleh Setan Merah, meski mereka sekarang memiliki poin yang sama dengan Leicester City.

Dengan Chelsea dan Leicester yang sebelum ini menelan kekalahan pada akhir pekan, sebuah kemenangan untuk United akan membuat mereka terbang langsung ke urutan tiga dengan tiga laga tersisa. Namun gol telat dari Michael Obafemi di menit ke-96 membuat peta persaingan untuk empat besar akan berlanjut hingga akhir kompetisi, di mana United bakal bertemu The Foxes di matchday pamungkas.

Performa United sejauh ini terbilang menawan. Sejak bermain imbang di markas Tottenham Hotspur, pertandingan pertama setelah restart, United merangkum empat kemenangan beruntun. Laju tersebut, yang dibarengi performa buruk Leicester dan Chelsea, membuat juara terbanyak Inggris itu menjadi kandidat kuat untuk masuk ke Liga Champions musim depan.

Namun sekarang, menyusul keberhasilan City dalam bandingnya dan hasil imbang terakhir, perebutan posisi Liga Champions tersisa terbuka bagi semuanya.

Di pertandingan semalam, tim arahan Ralph Hasenhuttl membuat United kesulitan di sepanjang laga. Peragaan lini belakang yang kuat, tekanan tinggi dan gelandang yang kompak membuat tuan rumah kesulitan untuk mengembangkan permainan. “Ketat, ketat, buatlah ini agar tetap ketat,” teriak Hasenhuttl di pinggir lapangan dan kemudian Danny Ings merespons, dengan ia mencuri bola Paul Pogba di luar kotak untuk kemudian diteruskan ke Nathan Redmond.

Redmond lantas mengirimkan umpan yang bagus ke tiang dekat untuk dituntaskan Stuart Armstrong dengan tendangan kerasnya - dan tim tamu tampak menjadi lebih lapar setelah itu.

Stuart Armstrong Danny Ings Southampton 2019-20Getty

Tapi United, yang tidak terkalahkan sejak Januari dan memainkan formasi yang sama untuk lima pertandingan beruntun di liga, punya kepercayaan diri untuk kembali ke permainan berkat kerja sama Anthony Martial dan Marcus Rashford di depan. Kemampuan mereka yang luar biasa berhasil mengubah jalannya persaingan hanya dalam jarak dua menit dan 31 detik, dan adalah Rashford yang menyamakan kedudukan setelah menuntaskan umpan koleganya tersebut.

Itu merupakan gol ke-16 Rashford di Liga Primer musim ini sekaligus menjadi assist keenam Martial kepada rekannya itu.

Sebelum duel ini digelar, keduanya sejajar soal urusan mencetak gol dan, satu menit setelah membantu gol Rashford, penyerang internasional Prancis itu melakukannya sendiri. Dalam hal ini, Bruno Fernandes memiliki peran penting dengan memberi assist namun usaha individu Martial lah yang berbicara sebagaimana ia menyepak bola dengan keras.

Lesakannya tersebut menyamai catatan 21 gol Rashford musim ini, dan merupakan golnya yang ke-50 untuk Setan Merah di liga.

Namun, setelah semua permainan yang tampak menjanjikan, lini pertahanan mereka mulai goyah sejak awal babak kedua dan tim tamu terus menimbulkan masalah, terutama melalui serangan balik.

Anthony Martial, Marcus Rashford, Man UtdGetty

United dipaksa melakukan sesuatu yang dalam beberapa waktu terakhir ini jarang mereka lakukan; yakni ‘perform’ di bawah tekanan untuk memaksimalkan keterpurukan para rival dan, dengan begitu banyak hal yang dipertaruhkan, pasukan Ole terpaksa bertahan dalam untuk sepuluh menit terakhir.

David de Gea membuat penyelamatan luar biasa guna megnggagalkan upaya Redmond di menit ke-85 namun peluang demi peluang terus diraih oleh tim tamu. Adapun benturan kepala antara Brandon Williams, yang masuk menggantikan Luke Shaw, dan Walker-Peters membuat wasit memberikan lima menit tambahan waktu dan United praktis bermain dengan sepuluh orang.

Kepercayaan diri yang kita lihat dalam beberapa pekan terakhir tampak lenyap selagi mereka berusaha untuk mempertahankan tiga poin. Dan pada akhirnya itu tidaklah cukup, karena Obafemi hadir untuk menuntaskan peluang dari jarak dekat dan memaksakan satu angka.

Laju tak terkalahkan Setan Merah boleh saja berlanjut, namun ini adalah cerita kegagalan lain yang dialami United dalam upayanya mengejar empat besar.

Dan untuk United, jadi ke Liga Champions tidak?

Iklan
0