Barito Putera berhasil mencuri satu poin dalam lawatan mereka ke markas Bhayangkara FC, Stadion PTIK, pada pekan ke-23 Liga 1 2018, Sabtu (22/9) malam. Pertandingan berjalan kuat dan berakhir 2-2.
Pada laga ini, beberapa kali pemain dari kedua tim bersitegang karena laga begitu ketat. Namun wasit Suhardiyanto yang memimpin pertandingan termasuk irit kartu kuning, dengan hanya mengeluarkan dua kali.
Jacksen Tiago, pelatih Barito menolak untuk berkomentar soal kinerja wasit. Meski pada pertandingan sebelumnya saat menjamu Bali United di Stadion 17 Mei, Jacksen begitu kesal sampai bilang wasit layak kena pukul.
"Jujur, kemarin pertandingan dengan Bali untuk pertama kali saya bicara soal wasit saat konfrensi pers dan saya sudah minta maaf. Cukup soal wasit, saya tidak mau komentar soal wasit dan saya menghargai mereka," kata Jacksen.
"Cukup kalian yang menilai, tadi saya sudah katakan bahwa tensi pertandingan tinggi. Saya salut dengan anak-anak karena tidak mudah main di sini, dan saya bersyukur kepada Tuhan dengan hasil ini," sambung pria asal Brasil itu.
Barito sebenarnya berharap bisa mendapat tiga poin, tapi Jacksen tetap senang dengan sebiji poin yang akhirnya dibawa pulang dari Jakarta. Menurutnya, Bhayangkara benar-benar lawan yang tangguh.
"Sebuah pertandingan yang luar biasa berat, tensi sangat tinggi. Setiap pertandingan melawan Bhayangkara pasti selalu seperti itu. Kami dapat hasil lumayan meski sebenarnya kami bisa dapat hasil yang lebih baik."
"Saya akui Bhayangkara tim yang sangat agresif, memberikan tekanan dan rajin juga sangat kuat. Tapi saya tetap apresiasi anak-anak dan kami sangat bersyukur dengan satu poin ini karena ini kami dapatkan dengan susah payah pemain."




