Harry Kane hanya bisa meratapi kegagalan negaranya setelah kalah di final Euro 2020.
Di partai pamungkas yang digelar di Wembley pada Senin (12/7) dini hari WIB tadi, Inggris dipaksa mengakui keunggulan Italia yang menang di babak adu penalti.
The Three Lions awalnya membuka papan skor di menit kedua melalui Luke Shaw, namun itu bisa disamakan oleh Leonardo Bonucci di pertengahan babak kedua.
Karena kedudukan terus seimbang selama 120 menit, pertandingan lantas ditentukan lewat babak adu tos-tosan dan di momen itu tiga penendang penalti Inggris gagal menunaikan tugasnya; mereka adalah Marcus Rashford, Jadon Sancho dan Bukayo Saka.
Sementara itu, hanya dua eksekutor Italia yang gagal dan mereka pun berhak mengangkat trofi Euro untuk pertama kalinya sejak 1968.
Berbicara mengenai kegagalan ini, Kane kepada BBC One mengatakan: “Saya tidak bisa memberikan hal lebih. Para pemain juga tidak bisa memberikan hal lebih. Penalti menghadirkan perasaan terburuk di dunia ketika Anda kalah,” ujar sang kapten.
“Ini bukan malam kami namun ini sudah menjadi turnamen yang fantastis dan kami harus tetap menegakkan kepala. Tentu saja ini akan menyakitkan sekarang. Itu akan terasa untuk sementara, namun kami berada di jalur yang tepat dan kami tengah membangun [sesuatu] dan mudah-mudahan bisa berkembang lebih jauh tahun depan.”
Ditanya apa yang berjalan keliru, penyerang milik Tottenham Hotspur itu melanjutkan: “Kami melawan tim yang sangat bagus. Kami memiliki awalan yang sempurna. Mungkin turun terlalu dalam sesekali. Mereka [Italia] banyak menguasai bola.
“Kami juga terlihat punya kontrol, mereka tidak menciptakan banyak peluang. Mereka mendapatkan gol penyama dari bola mati dan setelah itu pertandingannya 50:50. Di babak tambahan kami berkembang dan memiliki beberapa peluang.
“Penalti adalah penalti. Kami telah melewati proses. Para pemain sudah melakukan yang terbaik, tapi ini bukan malam kami.”
Berkaitan dengan apa yang ia ucapkan kepada pemain yang gagal penalti, Kane menambahkan: “[Saya bilang] kalian harus menegakkan kepala. Ini sudah menjadi turnamen yang fantastis. Siapa pun bisa gagal penalti. Menang-kalah ditanggung bareng.
“Kami akan belajar dan berkembang dari sini. Para pemain ini akan berkembang dan ini akan memberi kami motivasi tambahan untuk Piala Dunia tahun depan.”
