Marco Verratti terlihat patah hati setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2022 usai dikalahkan Makedonia Utara di semi-final play-off Path C zona Eropa, Jumat (25/3) dini hari WIB tadi.
Bermain di Palermo, Italia yang lebih diunggulkan justru tidak mampu menembus pertahanan lawan sebagaimana gawang mereka malah bobol di menit akhir pertandingan lewat Aleksandar Trajkovski.
Ini adalah kali kedua beruntun Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia, menjadi yang pertama dalam sejarah mereka.
Apa Kata Verratti?
Kepada RAI Sport usai laga, gelandang milik PSG itu mengatakan: “Ini sulit untuk dipahami. Saya pikir kami mendominasi pertandingan ini dan kami harusnya bisa menang. Kami harus menang.
“Kami harus mencetak gol cepat dan menyegelnya, karena kami superior, kami harusnya bisa lebih baik.
“Tapi inilah sepakbola, penting untuk taktis di depan gawang dan tampil kejam. Ini sangat sulit untuk dijelaskan. Ini mimpi buruk.”
Dari Hero Ke Zero
Kurang dari setahun setelah menjuarai Euro 2020, Italia yang difavoritkan untuk lolos otomatis ke Qatar malah berakhir tragis.
Bagi Verratti, ini menjadi patah hati keduanya pada bulan ini setelah klub yang ia perkuat tersingkir dari Liga Champions di tangan Real Madrid.
Verratti turut jadi bagian Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia 2018, padahal sebelumnya kegagalan terakhir terjadi pada 1958 di Swedia.
“Melihat di sekeliling ruang ganti, kami punya para pemain untuk menantang turnamen itu, tapi kami di sini malah berbicara soal bencana ini. Ini sulit karena dari hero ke zero,” lanjut Verratti.
“Kami telah merasakan waktu spesial bersama-sama dan saya akan selalu bangga dengan rekan satu tim saya. Inilah sepakbola, Anda perlu mencetak gol. Kami gagal melakukannya, tapi kami sudah mengerahkan segalanya. Itu tidak cukup.
“Kami harus bertanya pada diri sendiri. Memang ada ketidakberuntungan, tapi Anda juga perlu membuat keberuntunganmu sendiri.”
