Klub yang pernah dibela eks striker timnas Indonesia Irfan Bachdim, Ventforet Kofu, menggelar coaching clinic di Pancoran Soccer Field, Jakarta, Sabtu (14/10).
Klub yang berkancah di J2 League itu datang ke Indonesia dengan membawa semangat memperkenalkan J League itu sendiri serta menunjukkan daya tarik klub-klub Jepang secara umum yang diwakili oleh Ventforet kepada anak-anak sejak dini dalam program pertukaran Internasional.
Harapannya, program ini dapat berjalan berkesinambungan, dengan target tak hanya mencari sekaligus menumbuhkan talenta dari Indonesia, tapi secara luas di lingkup Asia Tenggara.
Coaching clinic ini dipimpin langsung oleh pelatih kepala akademi Ventforet Jun Nakamura, dengan didampingi pelatih tim U-15 klub tersebut, Takuro Yoshida.
Para peserta yang hadir terdiri dari anak-anak usia 7-10 tahun, dengan pelatihan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh kelompok anak usia 7 sampai 8 tahun. Sesi berikutnya untuk jenjang 9 hingga 10 tahun.
GOAL IndonesiaTampak anak-anak yang mengikuti program ini begitu antusias mendapatkan teknik-teknik dasar untuk menunjang permainan sepakbola.
Nakamura, eks pembesut Nadeshiko Japan (timnas wanita Jepang) dan pelatih pemegang sertifikat JFA Kelas A, sampai-sampai memuji keberanian dan kepercayaan bocah-bocah Indonesia dalam memainkan si kulit bundar.
"Saya terharu melihat kemauan anak-anak Indonesia, sangat menikmati sepakbola. Mereka semua berani maju, tidak takut keliru (dalam memeragakan teknik dasar latihan sepakbola). Sangat menikmati sepakbola," tutur Nakamura kepada GOAL Indonesia, menyanjung semangat para talenta lokal.
GOAL IndonesiaLebih lanjut, Nakamura berpesan khususnya kepada para peserta, umumnya untuk generasi muda sepakbola Indonesia agar jangan lelah belajar dari kesalahan. Karena proses belajar itu yang akan menumbuhkan mentalitas yang hebat dan menempa seseorang untuk meraih kesuksesan di sepakbola kelak, sebagaimana yang dilakukan Jepang.
"Yang paling pertama, nikmati dulu sepakbola. Lalu, kita harus belajar dan menikmati proses belajar itu. Siapapun, bisa berbuat salah. Tapi dari kesalahan itu, kita belajar, belajar dan belajar. Jepang punya prinsip belajar dari kesalahan. Dan itulah kekuatan utama Jepang (dalam membangun mentalitas tangguh di sepakbola sejak dini). Salah, belajar dan maju. Salah, belajar dan maju, begitu seterusnya. Itulah kekuatan Jepang," urai Nakamura.
Coaching clinic ini masih akan berlanjut Minggu (15/10), dengan target selanjutnya menyasar anak-anak usia 11-15 tahun.
