Juru taktik Inter MilanLuciano Spalletti mewanti-wanti timnya untuk tetap bersikap membumi di tengah peningkatan grafik performa Nerazzurri.
Inter baru saja menandai kemenangan keenam beruntun di Serie A Italia dengan menghajar Lazio 3-0 di Olimpico, Selasa (30/10) dini hari WIB. Mauro Icardi mengemas dua gol di laga tandang itu dan diselingi oleh gol Marcelo Brozovic.
Hasil itu membawa Inter naik ke posisi kedua dan kini tinggal berselisih enam angka dari Juventus. Meski dalam tren positif, Spalletti tidak ingin para pemainnya terbawa suasana. Ia masih menuntut peningkatan di sejumlah aspek bermain.
"Yang terpenting adalah performa tim," ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.
"Kami seharusnya bisa lebih mengontrol permainan. Di babak kedua, kami terlalu sering memberikan bola kepada lawan sehingga Lazio bisa leluasa mengancam kami. Saya melihat situasi ini sangat sering terjadi dan kami tidak boleh mengulanginya."
"Itulah mengapa saya berkata bahwa kami bukan anti-Juve. Pasalnya, jika kami membuat kesalahan seperti itu maka kami bukanlah anti-siapa-siapa. Kami hanya tampil bagus di babak pertama, itu saja. Mari jangan terlalu cepat puas," serunya.
GettySpalletti juga mengakui jika alasannya untuk mencadangkan Stefan de Vrij adalah untuk menghindari cemoohan dari publik Olimpico. Seperti diketahui, De Vrij sempat dikambinghitamkan atas kesalahannya dalam laga Lazio-Inter di pengujung musim lalu.
De Vrij yang saat itu berseragam Lazio, mengakibatkan terjadinya penalti untuk Inter. Di akhir laga, Inter menang 3-2 dan menyingkirkan Lazio dari persaingan di zona Liga Champions. "Tentu tidak adil untuk memainkan De Vrij. Dia adalah pria yang sensitif. Keputusan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelasnya.






