Jiangsu Suning, pemilik juara Chinese Super League Jiangsu FC, mengumumkan bahwa klub tersebut telah menghentikan segala aktivitasnya per hari ini.
Suning, yang juga berstatus owner klub pemuncak klasemen sementara Serie A Inter Milan, saat ini sedang mencari perusahaan lain yang bersedia berinvestasi di klub raksasa Tiongkok itu.
Jika kucuran dana tidak mengalir, klub ini bisa tidak memenuhi persyaratan untuk bermain di musim baru mendatang.
19 Februari lalu, chairman Suning Zhang Jindong memerintahkan agar bisnis non-ritel grup tersebut sebanyak mungkin ditutup. Beberapa hari kemudian mencuat laporan bahwa Jiangsu Suning bersiap untuk menjual Jiangsu FC dengan harga yang sangat murah.
"Karena tumpang tindih berbagai elemen yang tidak dapat dikendalikan, Jiangsu Football Club secara efektif tidak dapat menjamin kelanjutan aktivitas. Mulai sekarang, Jiangsu Football Club akan berhenti," demikian pernyataan yang dikeluarkan Suning.
"Dalam enam bulan terakhir, klub telah berusaha keras untuk memastikan suksesi, tanpa kehilangan peluang apa pun. Aktivitas di setiap tim akan dihentikan. Di saat yang sama, kami berharap masalah yang berkaitan dengan pengembangan di masa depan akan terus berlanjut dengan skala besar, mungkin dengan perusahaan baru yang bersedia mengambil alih," jelas Suning.
Jiangsu FC mengalami masalah pada medio musim lalu di tengah skandal gaji yang belum dibayarkan, diikuti dengan aksi mogok dari para pemain. Di akhir tahun, Suning Group mulai mencari pembeli, tapi belum ada kesepakatan terjalin.
Sejak saat itu, pemain bintang Alex Teixeira menolak tawaran untuk memperpanjang kontraknya, sementara pelatih Cosmin Olaroiu mengumumkan bahwa kontraknya telah diputus 11 Februari lalu.
Di awal Februari, nama klub berganti dari Jiangsu Suning FC ke Jiangsu FC guna memenuhi persyaratan baru dari FA Tiongkok dengan menghapus nama pemilik dan pemegang saham di tim. Kebijakan baru ini telah melemahkan keinginan perusahaan untuk berinvestasi terhadap tim-tim sepakbola.
Suning membeli klub ini pada Desember 2015, dan langsung bergerak cepat dengan menghabiskan banyak uang di bursa transfer, mendatangkan mantan gelandang Chelsea Ramires dan Alex Teixeira dari Shakhtar Donetsk. Mereka kemudian mengakhiri liga di posisi kedua dan keluar sebagai runner-up Piala FA Tiongkok 2016.
Fabio Capello ditunjuk jadi pelatih pada Juni 2017, tapi dipecat pada Maret berikutnya sebelum mengumumkan pensiun dari dunia sepakbola.
November tahun lalu, Jiangsu mengalahkan Guangzhou Evergrande 2-1 di partai puncak untuk mengamankan gelar juara Chienese Super League pertama mereka dalam sejarah.


