Cagliari terhindar hukuman dari Serie A Italia terkait insiden rasisme yang dilakukan fans mereka terhadap penyerang muda Juventus Moise Kean pada bulan lalu.
Kejadian itu berlangsung saat Juventus menyambangi markas Cagliari pada 2 April lalu. Dalam beberapa momen, Kean dan rekan setimnya, Blaise Matuidi, diduga kuat menjadi sasaran ejekan bernada rasial dari suporter tuan rumah.
Situasi memanas jelang bubaran ketika Kean sukses mencetak gol untuk menutup kemenangan 2-0 Juventus. Penyerang 19 tahun itu merayakan golnya dengan mematung di depan tribune fans Cagliari, bermaksud untuk membalas hinaan tersebut.
Insiden ini mendapat sorotan tajam di seluruh dunia di mana banyak pihak ramai-ramai mengutuk. Meski begitu, pihak penyelenggara Serie A memutuskan untuk tidak memberikan sanksi apa pun terhadap Cagliari.
"Chant-chant tersebut, sekalipun bersifat tercela, secara obyektif memiliki relevansi yang tidak terlalu signifikan terhadap jalannya pertandingan, terlepas dari persepsi apa pun. Tidak ada keputusan sanksi untuk Cagliari," demikian bunyi pernyataan dari Serie A, Selasa (14/5)
Keputusan ini berpotensi menyulitkan upaya untuk memutus rasisme di sepakbola Italia yang sudah bertahun-tahun jadi penyakit lama. Sejumlah pemain Serie A berkulit gelap lain seperti Kalidou Koulibaly, Mario Balotelli, Kevin-Prince Boateng, hingga Tiemoue Bakayoko pernah jadi korban.






