Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Johan Derksen, chief editor of Voetbal InternationalPROSHOTS

“Ini Seperti Sirkus” - Perdebatan Ide Tim Indonesia Main Di Kompetisi Belanda

Ide direktur kooperasi Eerste Divisie Belanda (CED) Marc Boele untuk menyertakan tim asal Indonesia untuk bertarung di kompetisi sepakbola kasta kedua di Negeri Kincir Angin menghadirkan perdebatan dalam diskusi di sebuah stasiun televisi.

Boele dikenal sebagai sosok kontroversial di persepakbolaan Belanda. Dalam wawancaranya dengan media Belanda beberapa waktu lalu, Eerste Divisie masih akan melalui masa-masa sulit di tengah pandemi virus Corona.

Kondisi itu yang membuat ia memunculkan ide mengundang tim dari Indonesia untuk ambil bagian. Boele meyakini kehadiran tim dari Indonesia akan menyedot perhatian dari negara kepulauan ini, sehingga memberikan keuntungan secara finansial dari segi hak siar.

Ide ini kemudian diperbincangkan dalam program Voetbal Inside yang ditayangkan stasiun televisi RTL 7. Pakar pemasaran olahraga Chris Woerts menyebut ide tersebut sangat bagus. Menurutnya, tim junior Indonesia bisa diundang tampil di Eerste Divisie.

“Salah satu tujuannya adalah meningkatkan hak siar, tapi memang sangat sulit. Dari hak siar luar negeri, liga Belanda hanya mendatangkan 12 juta euro. Sedangkan di Inggris, bisa mencapai tiga miliar euro,” ucap pria yang pernah terlibat di sejumlah perusahaan raksasa untuk kegiatan sepakbola ini dikutip laman Voetbalzone.

“Salah satu idenya yang muncul belakangan ini mendatangkan tim dari negara dengan jumlah penduduk sangat besar seperti Indonesia. Jadi, tim Indonesia berlaga di Eerste Divisie. Setidaknya 270 juta pasang mata akan menyaksikan laga itu.”

Pernyataan Woerts mendapat penolakan dari Johan Derksen. Mantan pesepakbola yang kini menjadi jurnalis olahraga ini menyatakan, memasukkan tim luar negeri ke Eerste Divisie membuat kompetisi Belanda menjadi aneh.

“Ini akan seperti sirkus. Itu sudah sangat konyol dengan adanya tim junior yang tak bisa menjadi juara, dan tidak terdegradasi. Itu bukan kompetisi,” cetus Derksen.

Dukungan terkadap Derksen juga disampaikan Rene van der Gijp. Pengamat sepakbola yang pernah memperkuat PSV Eindhoven dan timnas Belanda ini mengatakan, ide itu tidak masuk akal.

“Apa yang sudah kita lakukan sekarang? Kami seperti gila. Anda tidak berpikir bahwa akan ada, bahkan satu orang asal Indonesia, menyaksikan tim junior Indonesia melawan TOP Oss. Kecuali dia sudah gila,” ujar Van der Gijp.

Kendati demikian, Woerts tetap dengan analisanya. Woerts mengakui dirinya sempat tersenyum ketika mendengar ide itu. Menurutnya, ide itu kini sedang dibahas pemangku kepentingan di sepakbola Belanda.

“Masalah ini sedang didiskusikan secara serius. Saya juga awalnya tersenyum ketika mendengar itu. Mereka bilang: 'ini akan memberikan kontribusi kepada pengembangan sepakbola di dalam negeri, terutama di Eerste Divisie'. Tapi itu memang metode yang sedang mereka pikirkan,” tutur Woerts.

“Mereka terus memberika subsidi dari Erediviese, 9 juta euro dari televisi setiap tahunnya. Mereka kini berpikir untuk mendapatkan pemasukan hak siar sendiri [untuk Eerste Divisie].”

“Jika sebuah tim muda dari Indonesia ikut kompetisi, ada potensi 270 juta fans. Hak siar tentunya akan sangat bagus, jadi ini bukan ide gila. Itu sudah pasti akan menyedot perhatian yang besar.”

SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google