Lagi dan lagi, Inggris gagal tampil cemerlang saat menghadapi adu penalti.
The Three Lions dipaksa bertekuk lutut di hadapan Italia, yang suskes memenangkan adu tos-tosan dengan skor ketat 3-2 setelah pertandingan berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal.
Gol cepat Luke Shaw di babak pertama dapat direspons dengan baik oleh Leonardo Bonucci di pertengahan babak kedua. Sayangnya, skor 1-1 bertahan sampai wasit meniup peluit panjang.
Di fase extra-time, kedua tim gagal mencetak gol penentu kemenangan, sehingga laga dilanjutkan via babak adu penalti. Tiga penendang Inggris, Marcus Rashfrod, Jadon Sancho dan Bukayo Saka gagal menunaikan tugasnya seiring penampilan gemilang kiper Gianluigi Donnarumma.
Gli Azzurri pun memastikan diri mengangkat trofi Euro 2020 berkat kemenangan adu penalti 3-2.
Dengan demikian, total dari sembilan adu penalti yang pernah dihadapi Inggris di turnamen mayor (Piala Dunia & Euro), mereka hanya berhasil memenangkannya di dua kesempatan atau jika dipersentasekan hanya mencapai 22%.
Menurut Opta, statistik di atas merupakan rasio terendah dibanding timnas mana pun di Benua Eropa ketika mereka berhadapan dengan fase adu penalti. Artinya, adu penalti masih menjadi momok bagi Si Tiga Singa.
Dua kesempatan adu penalti yang pernah dimenangkan Inggris terjadi di Kejuaraan Eropa edisi 1996, kala itu mereka bentrok dengan Spanyol di fase perempat-final.
Tembakan Fernando Hiero mengenai mistar gawang sebelum kiper David Seaman berhasil menebak tembakan Miguel Angel Nadal untuk membawa Inggris melaju ke semi-final.
Di Piala Dunia 2018 lalu, Inggris untuk pertama kalinya memenangkan adu penalti di turnamen itu setelah menyingkirkan Kolombia di tahapan perdelapan-final.
Penyelamatan brilian Jordan Pickford dari tendangan Carlos Bacca disempurnakan oleh sepakan penentu Eric Dier yang mengantarkan The Three Lions melenggang ke babak selanjutnya.
