Sejarah Rivalitas
Salah satu derbi paling sengit di La Liga Spanyol adalah pertemuan antara Espanyol dan Barcelona. Rivalitas dua tim sekota ini memiliki sejarah panjang, terutama setelah liga mulai terorganisir dengan terbentuknya La Liga mulai 1928/29. Keduanya memiliki kemiripan asal-usul.
Barcelona didirikan oleh Hans Gamper, seorang mahasiswa asal Swiss, dengan bantuan sejumlah ekspatriat. Sementara, di sisi kota lain, Angel Rodriguez Ruiz mendirikan Espanyol dengan sebagian besar pemain terdiri dari para pekerja asal Spanyol.
Barcelona selalu berada di posisi diunggulkan pada Derby Catalan berkat koleksi gelar yang mencapai 25 buah, tetapi Espanyol selalu menghadirkan aroma rivalitas pada setiap pertemuan.
Pada hari terakhir musim 1948/49, Barcelona harus berjuang susah payah untuk menaklukkan Espanyol 2-1 sekaligus memastikan gelar juara La Liga. Gol penentu kemenangan Barca disarangkan Cesar Rodriguez, pencetak gol terbanyak Blaugrana sebelum dilampaui Lionel Messi.
Musim 2007/08, giliran Espanyol yang membuat Barcelona meratap. Memang hasil 2-2 tidak memberikan Los Pericos gelar juara, tetapi membuat Barcelona harus merelakan gelar juara ke tangan Real Madrid. Gol penyama kedudukan disarangkan Raul Tamudo pada menit-menit terakhir pertandingan. Pertandingan ini kemudian dikenal dengan sebutan "Tamudazo".
Salah satu pertemuan paling sengit terjadi pada 2003/04. Bertempat di Stadion Montjuic, tiga pemain dari masing-masing tim menerima kartu merah dari wasit. Rafael Marquez, Ricardo Quaresma, dan Phillip Cocu diusir keluar dari kubu Barcelona; sedangkan dari Espanyol Antonio Soldevilla, Alberto Lopo, dan Ivan de la Pena menerima nasib sama.
Menariknya, pelatih Barcelona saat ini, Ernesto Valverde, pernah pula menjadi juru latih Espanyol pada periode 2006 hingga 2008. Valverde bahkan sukses membawa Espanyol ke final Piala UEFA 2007 sebelum dikalakan Sevilla melalui adu penalti. Valverde juga pernah bermain untuk kedua tim: Espanyol mulai 1986 hingga 1988 dan Varcelona pada 1988 hingga 1990.
Selain itu, Valverde adalah sosok pelatih terakhir Espanyol yang mampu mengalahkan Barcelona di La Liga. Saat itu, Valverde berhasil menaklukkan tim asuhan Frank Rijkaard dengan skor 3-1. Meski kini berada di kubu yang bersebarangan, Valverde selalu mendapat tempat bagi Espanyol. Terbukti dengan namanya disematkan di Gerbang 89 Stadion RCDE.
Figur lain yang juga mendapat apresiasi tersendiri dari fans kedua klub adalah Andres Iniesta. Tidak lain karena selebrasi gol kemenangan gelandang andalan Barcelona itu di final Piala Dunia 2010 dipersembahkan untuk mendiang kapten Espanyol, Dani Jarque.
Rekor Pertemuan
Barcelona dan Espanyol sama-sama merupakan klub pendiri La Liga yang dimulai 1929. Setelah pertandingan Sabtu (8/12), dua tim sekota ini telah bertemu sebanyak 195 kali di ajang resmi. Barcelona memetik 115 kemenangan, sementara Espanyol hanya mampu 39 kali menang. Sebanyak 41 pertandingan lain berakhir sama kuat.
Jadwal
Derby Catalan pertama musim 2018/19 di Stadion RCDE, Minggu (9/12) dini hari berakhir dengan kemenangan Barcelona 4-0. Pertemuan kedua di Stadion Camp Nou terjadwal pada 31 Maret 2019.
Getty, Goal


