Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-23, Indra Sjafri, mengungkapkan cara dirinya menangani striker, Marinus Mariyanto Wanewar. Sebelumnya, Marinus memang dikenal sebagai pemain yang kerap temperamental di atas lapangan, meski punya kualitas yang bagus sebagai penyerang.
Di samping itu, terkadang dia juga memiliki sikap yang dinilai kurang baik, salah satunya ketika SEA Games 2017 dia memberikan gestur yang tak pantas ke arah bench Kamboja. Namun setelah itu, secara perlahan Marinus bisa membuktikan dirinya bisa berubah lebih baik.
Bersama Bhayangkara FC, dan kini di timnas Indonesia U-23. Dia pun berperan penting membawa skuat Garuda Muda menjuarai Piala AFF U-22 2019, bulan lalu. Sikap temperamennya pun sudah tidak terlihat, meski terkadang tekel-tekel keras diterimanya di dalam lapangan dari lawan.
"Orang saja yang mempersepsikan Marinus tidak baik. Saya pun kaget ketika ngobrol dengan Presiden Joko Widodo, dia bilang ingin jalan di daerahnya dibuat, kemudian ingin perbaiki gereja," ucap Indra.
"Marinus itu ingin ada tokoh yang dia percaya. Maka itu, saya selalu memposisikan diri, saat saya larang dia keluar malam, saya pun tidak keluar malam. Saya suruh dia ke gereja, saya juga ke masjid setiap hari," tambahnya.
Indra mengungkapkan, semua apa yang dilakukannya terhadap Marinus maupun para pemain timnas U-23 lainnya adalah berdasarkan hasil psikotes. Memang, saat awal mengikuti pemusatan latihan, para penggawa timnas U-23 diwajibkan menjalani psikotes selain tes medis.
"Dari situ saya menggali karakter dan sifat pemain. Hasil itu hanya saya sendiri yang pegang, karena sifatnya rahasia," jelas mantan pelatih Bali United itu.
Saat ini, timnas U-23 sedang bersiap untuk mengikuti kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Dalam ajang itu, Marinus akan kembali diandalkan oleh Indra. Itu membuat Indra tidak berniat untuk memanggil striker baru lagi, karena juga sudah ada Dimas Drajad dan Ezra Walian yang bakal dilihat langsung kemampuannya oleh pelatih asal Sumatera Barat itu dalam waktu dekat.
"Jangan dipikir Marinus tidak bagus. Saya pikir, Marinus sudah membuktikan bisa bawa tim juara, sehingga saya mau ragu dengan alasan apa sama Marinus?" tutupnya.
Goal Indonesia
