Indra Sjafri Jadi Direktur Teknik Klub Liga 3

Komentar()
Goal / Abi Yazid
Malang United menginginkan Indra turut mengembangkan potensi pemain muda di Kota Apel.

LIPUTAN  ABI YAZID  DARI MALANG    Ikuti di twitter


Manajemen klub Liga 3 Malang United telah menunjuk Indra Sjafri sebagai direktur teknik, karena dianggap memiliki kesamaan visi dan misi mengembangkan pesepakbola usia muda.

Malang United sudah melakukan seleksi pemain untuk Liga 3 zona Asprov Jatim yang sudah diputar di awal Maret mendatang, dan menunjuk pelatih asing dari Serbia, Zoran Maric.

“Ini seperti menjawab doa saya karena saya ingin dikenalkan, dan dipertemukan dengan orang-orang yang ikhlas membangun sepakbola Indonesia. Saya tidak ragu menunjuk beliau ini sebagai direktur teknik di sini,” ujar presiden Malang United Djoko Purwoko.

“Bagi kami tidak ada niat menafikan, atau tidak percaya dengan pelatih Indonesia. Namun, mindset harus diubah. Saya sudah bilang ke coach Indra untuk mencarikan pelatih berkualitas dari luar negeri yang bagus di pembinaan.”

“Pelatih asing akan membuat seleksi kami tidak menerima titipan. Yang kedua, tidak hanya melatih, namun dia juga transfer ilmu kepada asisten pelatih kami, karena memang kami juga memberikan syarat minimal AFC C untuk asistennya.”

Sementara itu, Indra yang datang bersama dai kondang Yusuf Mansur memaparkan program pembinaan usia muda, dan akan menerbitkan buku kurikulum sepakbola Indonesia.

“Kurikulum yang kami susun adalah sebuah panduan untuk mencapai tujuan. Jadi untuk akademi, kami ingin memberikan kurikulum sepakbola yang betul-betul konkrit. Tidak hanya mengajarkan skill seperti mengontrol ataupun mengumpan, namun juga fisik dan sains yang terkadang dilupakan orang,” beber Indra.

“Proses belajar yang pertama adalah pengenalan. Jika pengenalan salah, akan sulit ke tahap berikut. Masalah basic dan taktikal harus diperbaiki sejak dini. Bagaimana pelatih mau membangun taktikal yang baik jika kualitas dasar pemain sepakbola itu tidak baik.”

“Selanjutnya di kurikulum nanti kami ajarkan mental. Saya baca literatur pemain muda di Jepang, yang pertama dipelajari bukan menendang bola, namun attitude dan respek, bagaimana dirinya menghargai dirinya sendiri. Bagaimana dia menghargai kemenangan orang lain, wasit dan sebagainya.” (gk-48)

 

Footer Goal Indonesia Instagram

Tutup