Maroko U-17 vs Indonesia U-17 - Piala Dunia U-17 2023Doc. LOC WCU17/NFL

PENJELASAN: Mengapa Indonesia Tak Diberi Penalti Meski Maroko Handball Saat Tertinggal 2-1?

Satu momen yang paling menyita perhatian dari laga Maroko versus Indonesia di laga terakhir fase grup Piala Dunia U-17 adalah handball yang dilakukan Abdel Hamid Maali di kotak terlarang saat menyambut tendangan bebas Achmad Zidan.

Alih-alih menghadiahi penalti buat Garuda Muda, yang saat itu sudah tertinggal 2-1, wasit Morten Krogh justru menganggap kejadian itu bukanlah sebuah pelanggaran handball.

Krogh sempat berkomunikasi dengan ofisial VAR untuk mencermati momen genting tersebut. Akan tetapi, pada akhirnya sang pengadil lapangan bulat dengan keputusannya tak memberi tendangan 12 pas buat pasukan Bima Sakti.

Hal itu sedikit banyak mempengaruhi arah pertandingan, di mana Singa Atlas Muda sukses menambah lagi keunggulan menjadi 3-1 lewat aksi Mohammed Hamony, melengkapi dua gol pembuka Anas Alaoui dan Abdelhamid Ait Boundal.

Selidik punya selidik, bila merujuk pada Law of The Game yang dirancang oleh IFAB, keputusan sang wasit mungkin saja tepat, sebab handball terjadi setelah bola sepertinya lebih dulu mengenai pinggang Maali.

Dalam aturan Law of the Game tertulis: "Tidak dikatakan handball jika bola melakukan kontak dengan lengan/tangan dalam "posisi natural". Bola secara tidak sengaja bersentuhan dengan tangan/lengan pemain bertahan di dalam area penaltinya akibat defleksi, sapuan rekan tim, atau sejenisnya."

Satu-satunya gol Indonesia di laga ini dicetak oleh Nabil Asyura lewat tendangan bebas. Namun dalam situasi tertinggal 3-1, Garuda Muda kesulitan mengejar hingga mereka harus puas mengakhiri Grup A sebagai peringkat ketiga.

Adapun Maroko, finis sebagai juara grup, ditemani Ekuador yang juga lolos ke babak 16 besar usai bermain imbang 1-1 dengan Panama.

Kans Indonesia merangsek ke babak perdelapan-final terbilang pelik, karena bergantung dengan hasil-hasil yang dipetik tim lain untuk menentukan siapa peringkat ketiga terbaik.

Iklan