Barcelona GFXGetty

Ilias Akhomach & Abdessamad Ezzalzouli, Gerilya Kearab-araban Ala Xavi Di Barcelona

Cukup lama berkarier di Timur Tengah dengan menukangi Al Sadd, Xavi tampak mulai memiliki sentimen kearab-araban. Hal ini terlihat dari bagaimana Xavi merancang Barcelona era baru.

Xavi pulang ke Camp Nou untuk menjadi suksesor Ronald Koeman. Di awal penunjukkannya, santer beredar kabar bahwa pelatih 41 tahun itu menginginkan reuni dengan striker binaannya di Al Sadd, Baghdad Bounedjah, di Catalunya.

Kini, gerilya kearab-araban Xavi sepertinya tak sebatas di atas kertas. Akhir pekan lalu, legenda masyhur Barca itu mengorbitkan duo attacker dari negeri Arab, sepasang youngster berdarah Maroko: Abdessamad Ezzalzouli dan Ilias Akhomach.

Kedua jebolan La Masia ini dipanggil Xavi untuk mengambil panggung di laga kompetitif menghadapi Espanyol, Sabtu akhir pekan lalu.

Dalam beberapa hari terakhir, Ezzalzouli dan Akhomach telah mengikuti serangkaian sesi latihan dengan tim senior Los Blaugrana. Keduanya pun mampu memperlihatkan penampilan aduhai sekaligus mencuri hati Xavi.

Merasa puas, Xavi tak berpikir panjang dengan menawarkan mereka tempat di tim utama untuk pertandingan kontra sang rival Espanyol.

Ilias Akhomach durante un entrenamiento con el BarcelonaFC Barcelona

Dalam konferensi pers pascapertandingan tersebut, Xavi tak sungkan memberikan puja-pujinya untuk duo youngster penuh talenta itu. Masing-masing punya peran sentral untuk membawa Barca mengamankan kemenangan 1-0.

"Ilias dan Abdessamad bermain bagus. Mereka bertalenta dan sungguh penting bisa memiliki generasi pesepakbola seperti ini. Mereka akan banyak membantu kami," tutur Xavi.

Akhomach hanya bermain 45 menit. Namun, cameo itu mampu dioptimalkan sang pemain dengan penampilan berkesan. Dia sukses membuat dua tembakan, satu umpan kunci dan mencatatkan persentase operan sukses mencapai 87,5 persen. Yang perlu digarisbawahi, Akhomach merupakan debutan di laga tersebut, tapi tak menunjukkan penampilan kikuk!

Di babak kedua, Xavi menarik Akhomach untuk memberikan ruang bagi kompatriotnya, Ezzalzouli. Sedikit berbeda dengan Akhomach, Ezzalzouli telah lebih dulu melakoni debut tiga pekan lalu. Meski begitu, dia justru kian terlihat matang saat dipoles Xavi.

Ezzalzouli memang tercatat hanya membuat satu tembakan, tapi dia menunjukkan dirinya adalah tipe striker pengobrak-abrik pertahanan lawan seiring dirinya sukses membuat enam dribel -- tertinggi dibanding seluruh pemain yang berada di lapangan.

Ezzalzouli merupakan pemain kelahiran Maroko pertama yang tampil untuk Barca. Lahir di Beni Mellal, dia bergabung ke tim reserve Barca dari Hercules di Alicante, di mana dia memainkan 22 laga di ajang Division 2b dan Copa del Rey.

Abde EzzalzouliGetty

"Dia telah bermain untuk negaranya di segala jenjang tim muda. Terkenal karena kecepatannya, kontrol bola dan pergerakan gesitnya dalam menyerang. Dia bisa memainkan kedua kakinya, yang artinya dia juga bisa bermain di semua posisi sayap," keterangan di situs resmi Barca.

Duo aset Maroko ini sudah membuat debut profesionalnya untuk Barca B sebelum akhirnya diterjunkan Xavi ke tim utama. Ezzalzouli mewakili Maroko U-20 di Piala Arab 2020, mencetak dua gol dalam lima laga. Adapun Akhomach memilih untuk mewakili timnas muda Spanyol.

Kemenangan 1-0 Barca atas Espanyol memang ditentukan Memphis Depay lewat tendangan penalti, bukan oleh Ezzalzouli atau Akhomach. Namun, perjalanan kedua anak muda ini masih sangat panjang untuk membuka kans jadi idola baru klub Catalans.

Tengah pekan ini, bukan mustahil Xavi akan kembali membuat kejutan dengan menurunkan salah satu di antara keduanya atau bahkan keduanya saat meladeni Benfica di lanjutan Liga Champions.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0