Mauro Icardi menegaskan tak punya rasa dendam pada Inter Milan dan mendoakan mereka agar meraih hasil terbaik.
Icardi mengakhiri perseteruannya dengan Nerazzurri pada musim panas tahun ini setelah pindah ke Paris Saint-Germain dengan status pinjaman untuk musim 2019/20.
Sebelum pindah, status sang penyerang Argentina di skuad Inter sempat dibekukan oleh pelatih baru, Antonio Conte yang memilih mendatangkan Romelu Lukaku ke Seria A dari Manchester United.
"Saya tidak menyangka bakal mendapat dukungan penuh daru fans [PSG]," ungkap Icardi kepada Gazzetta dello Sport.
"Mereka menyambut saya seketika sejak pemanasan pertama di Parc des Princes. Lalu saya punya keberuntungan bermain lawan Real Madrid, sebelum mengalami cedera ringan."
"Saya baik-baik saja sekarang, saya akan melaju lagi, bahkan jika saya harus terus bekerja keras karena saya punya musim panas yang rumit dan tidak 100 persen ketika tiba di Paris."
"Jika PSG bertemu Inter, saya akan menjalaninya dengan cara terbaik. Jika terserah saya, maka saya akan bersikap profesional untuk mempertahankan kostum baru saya."
"Saya di PSG musim ini dan target saya adalah memberikan yang terbaik. Lalu, pada akhir musim, sekitar Mei atau Juni, kita akan lihat apa yang akan terjadi. Masih terlalu dini untuk mengatakan sesuatu."
"Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi Inter di semua kompetisi. Saya masih punya banyak teman di Milan. Bersama Conte, bisa menjadi tahun Scudetto untuk mereka."
Meski menggusur posisinya, Icardi tetap meyakini Lukaku akan bersinar bersama Inter, kendati telah melewati tiga laga terakhir tanpa mencetak gol.
"Saya tidak berpikir Lukaku akan mengalami masalah. Memang, saya pikir ia telah memulai dengan baik, mencetak beberapa gol awal," lanjut Icardi.
"Ia kemudian mengalami cedera seperti saya dan mungkin itu menimbulkan kritikan, tapi memang tidak mudah bagi siapa pun untuk bermain di Italia."
"Ia akan menyatu dan mencetak banyak gol."




