LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Pelatih Perseru Serui I Putu Gede mengaku heran dengan banyak pihak yang mempermasalahkan Stadion Marora dijadikan kandang tim Kuda Laut Jingga pada Liga 1 2018.
Operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya sudah menegaskan tidak memberikan dispensi kepada Perseru setelah Stadion Marora dinyatakan tak lolos verifikasi.
Perseru hingga saat ini masih berada di Malang, karena mengawali Liga 1 dengan laga tandang melawan Persebaya Surabaya pada 24 Maret. Setelah itu, mereka pulang ke Kepulauan Yapen untuk menjamu PSM Makassar di pekan kedua.
“Kami akan tetap bermain di Stadion Marora, karena stadion tidak ada masalah. Kami tiga tahun bermain di sana terus. Saya pikir Perseru baik-baik saja, bahkan saya menerima informasi jika di sana akan ada siaran langsung. Saya juga heran, di berita kok banyak yang mempermasalahkannya,” cetus Putu Gede kepada Goal Indonesia.
Sementara itu, Putu Gede merasa senang dengan kehadiran Kunihiro Yamashita yang akan menambah kekuatan di lini pertahanan. Putu Gede mengaku sudah mengetahui mantan penggawa Borneo FC itu. Menurutnya, proses seleksi kepada Yamashita lebih cenderung kepada melihat kondisi fisik.
“Yamashita didatangkan karena kami masih menyisakan satu slot pemain asia. Dia akan bermain di belakang bersama Boman Aime, tapi statusnya masih trial. Bukan soal kemampuannya, melainkan kami masih ingin melihat kondisinya terkini, apakah dia cedera atau tidak sebelum memutuskan mengontraknya,” terang Putu Gede.
Putu Gede juga mengaku puas dengan perkembangan anak asuhnya. Menurutnya skuatnya saat ini masih mengalami proses untuk lebih baik. Perseru meraih kemenangan tipis 1-0 melawan Persekam Metro FC di Stadion Kahuripan Turen, Jumat (16/3) sore WIB, melalui gol Lukas Mandowen di menit ke-68.
“Inilah proses dari penyesuaian, proses dari apa yang kami mau, intinya kami tidak masalah kalah di laga uji coba, jangan sampai kalah di kompetisi. Kami maksimalkan sisa hari sebelum menjalani laga perdana melawan Persebaya. Saya juga baru gabung, dan saya ingin ada sebuah ciri khas permainan dari Perseru.”
Di lain kubu, Metro FC mengaku masih menunggu kejelasan jawal Liga 3 nasional. Untuk sementara, Metro FC lebih fokus menyiapkan tim menghadapi Piala Indonesia.
“Kami saat ini masih menunggu jadwal, tapi tim tetap berkumpul, karena saya juga baru saja memberikan jawaban atas keikutsertaan di Piala Indonesia. Kami akan konsentrasi dulu, dan serius di Piala Indonesia, karena kabarnya tidak ada pembatasan usia pemain,” ungkap asisten manajer Priyo Bogank Sudibyo. (gk-48)

