Pemilik Chelsea Roman Abramovich mengalami gejala keracunan setelah mengadakan pertemuan di Kiev pada awal bulan ini, demikian konfirmasi dari sumber yang dekat dengannya kepada GOAL.
Miliarder berusia 55 tahun itu telah pulih dari dugaan serangan tersebut, yang dikaitkan dengan agen garis keras Rusia yang ingin mengganggu proses perdamaian sebagaimana dilaporkan pertama kali oleh Wall Street Journal.
Gejala-gejala yang dirasakan Abramovich termasuk "mata merah, rasa seperti sobek dan menyakitkan, dan kulit mengelupas di wajah serta tangan mereka."
Pemilik The Blues itu disebut telah melakukan perjalanan antara Moskwa, Ukraina dan Turki sejak dia memulai upaya menjual Chelsea pada 2 Maret.
Mengapa Abramovich Terlibat Dalam Konflik Ini?
Orang-orang yang dekat dengan Abramovich mengklaim bahwa dia telah terlibat dalam pembicaraan damai sejak perang pecah pada akhir Februari lalu.
Memang, ia sempat terlihat berada di dekat perbatasan antara Belarusia dan Ukraina, selagi jet pribadinya terus bergerak antara Rusia, Belarusia dan Turki.
Setelah diberi sanksi oleh Pemerintah Inggris pada 10 Maret, pemilik Chelsea itu digambarkan sebagai "oligarki pro-Kremlin" yang memiliki "hubungan dekat" dengan Vladimir Putin selama beberapa dekade dan telah memperoleh "keuntungan finansial" dan "perlakuan istimewa" dari hubungan itu.
Uni Eropa (UE) lantas mengikuti dan memberikan sanksi kepada Abramovich yang menyebabkan segalanya menjadi rumit bagi Chelsea dalam menjalankan kegiatan klub sehari-hari.
Adakah Pengaruhnya Terhadap Penjualan Chelsea?
Penjualan Chelsea sekarang berada di luar pengaruh Abramovich untuk saat ini.
Bank investasi New York, Raine Group, mengelola penjualan klub, tetapi keputusan akhir tentang pemilik baru berada di tangan dewan direksi Chelsea. Di dewan itu ada beberapa rekan dekat Abramovich, termasuk Marina Granovskaia, Bruce Buck, dan Eugene Tenenbaum.
Pemerintah Inggris sebelumnya membatasi Chelsea dengan menempatkan lisensi operasi khusus pada klub dalam upaya untuk memastikan tidak ada uang yang masuk ke Abramovich yang saat ini terkena sanksi.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, ada pembicaraan bahwa Chelsea berusaha untuk meningkatkan harga klub ke level yang memecahkan rekor untuk tim olahraga.
Ini meningkatkan prospek hasil penjualan yang pada akhirnya bisa masuk ke Abramovich setelah sanksi yang dikenakan padanya dicabut.
Rekor penjualan klub olahraga saat ini adalah £2,5 miliar, yang dihabiskan untuk membeli NBA Brooklyn Nets oleh Joseph Tsai.
Banyak yang mendekati angka tersebut, sedangkan £2,5 miliar diyakini adalah jumlah minimum yang bisa dicapai klub Stamford Bridge sebagaimana penawar pilihan didorong untuk menaikkan penawaran mereka.


