LIPUTAN ALDI FATHIR DARI PALEMBANG
Pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan enggan menyalahkan kegagalan kiper Teja Paku Alam mengantisipasi sepakan Marko Kabiay, sehingga Laskar Wong Kito harus puas bermain imbang 1-1 melawan Arema FC di Stadion Madya Bumi Sriwijaya kemarin.
Sriwijaya FC sempat unggul lebih dulu melalui gol M Nur Iskandar pada menit ke-21. Namun, Marko sukses memperdayai Teja dengan tendangannya dari sisi sayap yang bersarang di gawang Sriwijaya FC selang delapan menit kemudian.
“Kalau ditanya masalah kiper, coba tanya pada pelatih kiper. Kami juga tidak bisa menyalahkan satu pemain saja. Salah ya salah, tetapi kami tidak bisa menyalahkan si Teja saja, karena itu pasti gol, di luar dugaan juga,” bela Hartono.
“Bola dari sektor sayap itu biasanya kan crossing. Mungkin pikiran kiper begitu, Teja sudah bergerak. Bola sengaja [diarahkan] ke gawang atau tidak, itu tidak diketahui. Jadi itu bisa dibilang kecelakaan juga.”
Secara keseluruhan, Hartono menyebutkan penampilan Sriwijaya FC di bawah performa, sehingga mereka gagal melanjutkan rekor kemenangan seperti di dua laga kandang sebelumnya. Penampil Marckho Merauje juga mendapat sorotan.
“Namanya main bola, pasti ada emosi dan lainnya. Marckho itu anak muda, jadi biasa jika mudah terpancing emosi. Tetapi kami sudah berusaha agar dia jangan mudah terpancing emosi lagi,” ungkap Hartono.
“Saya anak-anak bermain di bawah performa. Terlalu banyak melakukan kesalahan elementer, seperti pada penguasaan bolanya, salah passing, membuat kami tidak bisa berkembang. Ini yang membuat kami jadi masalah.”
Sementara itu, kapten tim Yu Hyun Koo menilai seluruh pemain sebenarnya sudah berusaha maksimal. Hanya saja, ada beberapa pemain yang memang melakukan kesalahan sendiri.
“Tetapi kami masih ada sisa empat kali pertandingan lagi. Pemain harus maksimal lagi ke depan. Harus sungguh-sungguh agar dapat poin banyak demi mengangkat posisi,” ucap Yu. (gk-70)




