Striker Tottenham Hotspur dan tim nasional Inggris, Harry Kane, memerlukan operasi untuk cedera engkelnya, demikian menurut ahli bedah terkemuka.
Kane mengalami cedera ketika Tottenham meraih kemenangan 1-0 atas Manchester City di leg pertama babak perempat-final Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (10/4) dini hari WIB.
Pada menit ke-58, Kane mengalami masalah dengan engkelnya setelah terjatuh karena mendapat terjangan dari Fabian Delph. Ia sudah menjalani scan pada Kamis (11/4) kemarin, dengan manajer Mauricio Pochettino sebelumnya khawatir kalau musim anak asuhnya itu akan berakhir.
Pihak Spurs sudah mengonfirmasi kalau Kane mengalami kerusakan ligamen yang signifikan di engkel kirinya, meski belum ada kepastian berapa durasi masa pemulihan sang striker.
Kane mengalami cedera engkel untuk kelima kalinya dalam dua setengah tahun. Pemain berusia 25 tahun itu sebenarnya baru enam pekan kembali dari cedera sebelumnya.
Ahli bedah Mark Davies, seorang spesialis terkemuka London Foot and Ankle Centre yang mengoperasi para pesepakbola Liga Primer Inggris, mengatakan, operasi akan bisa membantu untuk memulihkan kekuatan ligamen Kane seperti sebelum cedera pertamanya.
"Pada titik tertentu, saya pikir mereka akan berpikir tentang melakukan sesuatu operasi untuk menstabilkan ligamen, yang cukup layak dan harus mengembalikan masalah yang terjadi dalam jangka panjang," ujar Mr Davies kepada Press Association Sport.
"Saya pasti akan berbicara dengan dia tentang apa keuntungan dari menjalani operasi."
"Jika ia tidak bisa bermain sepakbola dan ia tidak akan membahasanya, maka saya tidak akan melakukan apa-apa tentang itu, tapi setiap kali Anda membalikkan engkel, Anda menghdapi resiko kerusakan ligamen di engkel.
Goal Indonesia


