Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Footer - Liga 1Goal Indonesia

Hamka Hamzah, Bek Istimewa Yang Tak Terkendala Usia


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI MALANG


Tidak banyak bek yang berhasil menjadi pemain terbaik di sebuah event kecuali bek itu istimewa. Tetapi, bek senior Arema FC, Hamka Hamzah, mampu membuktikan jika dia adalah sosok istimewa yang layak didapuk sebagai pemain terbaik Piala Presiden 2019.

Terpilihnya Hamka sebagai pemain terbaik sebenarnya mengejutkan. Mengingat, dari daftar enam nominasi yang diumumkan panitia penyelenggara sebelumnya, tidak terdapat namanya. Dari Arema, hanya tertera Makan Konate, Dedik Setiawan, dan Riky Kayame. Tiga lainnya berasal dari Persebaya Surabaya, yakni Hansamu Yama Pranata, Manucheckhr Dzhalilov, dan Amido Balde.

Meski demikian, terpilihnya Hamka menjadi pemain terbaik sudah sangat tepat, mengingat perjuangan sang pemain dari babak penyisihan hingga tembus menjadi juara.

Hamka terlihat sebagai sosok pemimpin yang disegani rekan-rekannya di lapangan. Beberapa kali pada sebuah insiden dia selalu menjadi pelindung rekannya, termasuk kepada wasit atau pemain lain.

Hamka Hamzah & Maruarar Sirait - Piala Presiden

Sementara dari sisi permainan, mantan bek Persija Jakarta itu mampu menjaga pertahanan dengan sangat baik sehingga membuat kiper tenang. Di sisi lain, usia yang tidak muda lagi tidak lantas membuatnya kalah cepat saat beradu lari. Dia seakan membuktikan ucapan pelatih Arema, Milomir Seslija, yang menyebut Hamka adalah bek tercepat dan usia veteran bukan lah sebuah kendala. 

"Terpilihnya saya sebagai pemain terbaik tentu bukan kehendak saya karena ada orang yang memberikan penilaian. Saya hanya berusaha tampil maksimal saat dipercaya bermain oleh pelatih," tegas Hamka.

Pemain berusia 35 tahun itu tercatat selalu bermain dalam enam pertandingan Piala Presiden tahun ini. Dirinya hanya diganti sebanyak dua kali saja saat di menit akhir. Yakni saat Arema menghadapi tuan rumah Bhayangkara FC dan Kalteng Putra.

Hamka Hamzah Arema FCAbi Yazid / Goal

Perjuangan Hamka sebagai kapten tim saat memimpin Arema juga diwarnai cerita berdarah. Itu terjadi ketika Arema bermain melawan Barito Putera pada laga perdana. Pada saat itu, secara heroik Arema mampu unggul 3-2 kendati sempat ketinggalan dua gol. Di suatu momen menit akhir saat Dedik mencetak gol, Hamka mendapatkan sikutan dari Arthur Vieira hingga terkapar. Sikutan yang teramat keras itu membuat bibir bagian atas eks bek Mitra Kukar tersebut memerlukan 17 jahitan untuk menyambungnya.

"Saya tidak apa-apa, terima kasih atas dukungannya kepada saya. Jangan menyalahkan pemain Barito karena kejadian seperti ini sudah biasa terjadi dalam dunia sepakbola. Saya hanya istirahat sejenak dan akan secepatnya kembali ke lapangan," kata Hamka, ketika itu.

"Hamka memiliki semangat sembuh yang luar biasa, benturan yang cukup keras di bagian kepala membuat dia sempat linglung dan bingung. Saat selesai operasi, yang dia tanyakan adalah 'menang apa kalah Dok, Arema?" ujar dokter Nanang Tri Wahyudi, dokter tim Arema. 

Tanpa Hamka, Arema tidak bisa berbuat apa-apa ketika melawan Persela Lamongan di laga kedua. Sang pengganti Rachmat Latief melakukan dua kali blunder dengan salah satunya menjadi gol. Usai pertandingan, ketika cemooh satu stadion mengarah kepada Arema, Hamka tampil sendirian di tengah lapangan untuk meminta maaf kepada suporter. 

Di hari keenam pasca dijahit, pemain bernomor punggung 23 itu sudah bisa mengikuti latihan. Pada latihan, Milo berkelakar jika Hamka mirip sebuah robocop yang bakal menakuti Persita Tangerang. Tanpa ragu pelatih asal Bosnia itu memasang Hamka saat menghadapi Persita di laga pemungkas grup E.

"Saya akan bermain sebagai striker gawe den-denan (alat untuk menakuti), saat ini Arema membutuhkan banyak gol. Tidak masalah walaupun saya menggunakan pelindung muka seperti ini karena tidak melanggar aturan," urai Hamka, jelang lawan Persita.

Hamka Hamzah Arema FCAbi Yazid / Goal

Pada akhirnya, Arema yang berada pada situasi kritis mampu lolos dari grup E Piala Presiden setelah memenangkan pertandingan dengan skor 6-1. Satu gol yang dibuat Hamka seolah mempertegas jika dirinya sudah kembali ke performa terbaik.

Selanjutnya, seperti yang sudah terlihat. Hamka membuat gol melawan Bhayangkara FC di babak perempat-final, serta ikut berperan penting membawa Arema menundukkan Kalteng Putra pada babak semi-final.

Menjelang babak final melawan Persebaya Surabaya, pemain yang sudah menyatakan pensiun dari timnas ini tidak banyak mengumbar omongan. Dia lebih banyak berdiam diri dan meminta awak media untuk tidak melakukan wawancara kepadanya hingga laga final selesai. Dia meminta waktu untuk berkonsentrasi. Sementara di akun sosial media, dia lebih banyak memasang gambar singa sebagai penyemangat.

Hamka Hamzah Arema FCAbi Yazid / Goal

Hingga akhirnya, pada dua laga melawan Persebaya. Singo Edan yang dikomandoi oleh Hamka berhasil menang secara agregat dengan skor 4-2.

"Saya berterima kasih kepada Aremania, karena mereka memberikan kritik yang luar biasa ketika kami kalah melawan Persela, kami mampu menjawab keraguan mereka. Piala ini untuk mereka yang sudah memberikan dukungan hebat kepada tim," pungkasnya.

Hamka menyadari peranan suporter dalam memberikan dukungan sangat berpengaruh terhadap performa pemain. Hanya saja, Hamka menginginkan dukungan diberikan secara positif.

Karena itu, Hamka bukan hanya menerima kritikan, tapi juga tidak segan mengkritik langsung Aremania bila ia merasa ada sesuatu yang tidak patut dilakukan. Ayah dua anak ini beberapa kali mengingatkan Aremania agar tidak lagi menyanyikan lagu yang menyerang suporter lawan, setidaknya mereka menghormati fans dari klub rival.

Sikap sportif itu diperlihatkan ketika Arema dijamu Bhayangkara FC pada pertandingan Delapan Besar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Hamka langsung menghampiri tribune yang diisi Aremania, dan menyilangkan tangan sebagai simbol agar mereka menghentikan nyanyian bernada rasis itu. Nyanyian pun seketika berhenti.

“Walau Aremania suporter saya sendiri, kalau memang tidak bagus ya kami tegur. Salah satu yang bikin rezeki kami jauh mungkin itu [yel rasisme]. Saya berharap tidak ada lagi saling mengejek di dunia suporter, sudah tidak zamannya lagi,” ucap Hamka.

Aksi itu menunjukkan sosok Hamka yang semakin matang seiring berjalannya waktu. Tidak hanya disegani lawan di atas lapangan, tapi juga suporter di sisi tribune. Tak hanya semata mengejar prestasi, namun perbaikan dan kemajuan sepakbola Indonesia di seluruh sektor. (gk-48)

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1.Michael Essien Bicara Perbedaan Sepakbola Indonesia & Eropa
2.Kalah Lawan Tottenham, Man City Masih Tim Kecil
3.Jakmania Panjat Pagar, AFC Denda Persija
4.Van Dijk: Kalau Tak Yakin Juara, Sebaiknya Di Rumah Saja!
5.CEO Arema: Terima Kasih Persebaya!
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
Footer - Liga 1Goal Indonesia

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google