Setelah meraih hasil seri impresif 2-2 di kandang Chelsea, Rabu (22/1) dini hari WIB, Granit Xhaka meyakini Arsenal telah membungkam para pengkritik yang menyebut timnya tak berkarakter.
Arsenal terpaksa bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-26 menyusul kartu merah David Luiz akibat melanggar Tammy Abraham di kotak penalti. Jorginho mengeksekusi penalti itu untuk membawa Chelsea unggul. Meski kalah dalam jumlah pemain, The Gunners mampu melawan.
Ini terbukti saat Gabriel Martinelli menyamakan skor di babak kedua. Cesar Azpilicueta sempat mengembalikan keunggulan tuan rumah, tapi langsung dibalas Hector Bellerin untuk menghadirkan satu poin buatpasukan Mikel Arteta. Xhaka pun mengapresiasi kerja keras timnya.
"Kami bermain sangat baik setelah kartu merah. Memang sulit, tapi kami menunjukkan semangat juang yang bagus," kata Xhaka kepada BT Sport.
"Saat turun minum, kami yakin bisa bangkit dan kami mampu menyamakan skor dua kali. Jadi, saya sangat bangga dengan performa tim."
"Banyak yang mengkritik bahwa kami tidak memiliki karakter di dalam tim, tapi hari ini kami membuktikan bahwa kritik itu salah. Kami menunjukkan karakter hebat."
Xhaka, yang tampaknya akan bertahan di Emirates pada Januari ini setelah sempat dirumorkan hengkang, bermain sebagai bek sentral di laga in setelah Luiz dikartu merah. Gelandang Swiss ini mengaku tidak masalah jika harus terus bermain di posisi itu.
"Saya harap bek sentral bukan posisi baru saya, tapi manajer tahu bahwa saya bisa bermain di posisi itu. Saya hanya ingin membantu tim dan rekan-rekan lain membantu meringankan pekerjaan saya," imbuhnya.




