Gelandang Arsenal, Granit Xhaka, mengungkapkan bahwa ia merasa diperlakukan paling tidak adil oleh wasit di Liga Primer Inggris.
Xhaka diusir keluar lapangan dua kali pada musim perdana di Arsenal, sekali pada edisi 2020/21 saat mencekik gelandang Burnley Ashley Westwood, dan menambah “koleksinya” menjadi empat dalam laga melawan Manchester City, Agustus lalu.
"Ketika Anda melihat beberapa tekel dan bayangkan jika saya berada di posisi ini? Saya akan langsung diusir," ucap Xhaka kepada The Athletic, Selasa (28/12).
“Hal ini terkadang membuat saya melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda karena saya tahu bahwa risiko saya dibandingkan dengan risiko pemain lain tidak sama,”
“Jika saya mengambil risiko, saya tahu saya lebih berpotensi diganjar kartu merah daripada pemain lain di Liga Primer. Mungkin saya salah tapi itulah yang saya rasakan.”
“Jadi terkadang dalam pertandingan saya menahan diri untuk tidak mengambil risiko karena jika saya menerima kartu merah semuanya akan dimulai lagi dan tidak terhenti.”
“Saya tidak ingin memberi argumen kepada orang yang membicarakan saya untuk hal-hal bodoh. Kini, saya mencoba untuk tidak terlalu banyak mengambil risiko.”
"Ketika saya pernah diberikan kartu merah, wasit berkata kepada salah satu rekan satu tim saya, 'Anda tahu bagaimana Granit, dia kehilangan akal’.”
“Ini terasa salah. Hanya karena saya kehilangan kontrol melawan Burnley, misalnya, tidak seperti saya kehilangan akal setiap saat. Menempatkan saya dalam refleksi seperti itu saya yakini salah,” pungkasnya.
Masalah Xhaka bukan hanya dengan wasit, ia juga tidak memiliki hubungan baik dengan fans Arsenal imbas performanya yang dianggap kerap merugikan tim.
Salah satunya yang terjadi dalam laga kontra Crystal Palace pada Oktober 2019 saat Xhaka dicemooh fans. Tidak tahan, ia kemudian menunjukkan gestur menantang. Setelah pilihan sikap tersebut, ia lantas dicopot sebagai kapten Arsenal.


