Pelatih Kalteng Putra Gomes De Oliviera menegaskan anak asuhnya bermain dengan hati ketika menahan imbang Persebaya Surabaya 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Selasa (21/5) malam WIB.
Gomes menampik anggapan pemainnya tidak bermain sportif dengan cara berpura-pura cedera. Menurutnya, penggawa Kalteng Putra kelelahan untuk mengimbangi permainan cepat Persebaya.
“Ini awal dari suatu kompetisi yang melelahkan, dan mereka belum punya fitness game untuk bisa bermain 90 menit dengan kondisi maksimal. Kami juga harus jaga tim Persebaya yang sangat lincah,” ungkap pria asal Brasil itu.
“Mereka bermain pakai hati. Mereka capek, tapi tetap paksakan untuk mengikuti pemain Persebaya yang sangat lincah. Jadi tampaknya pemain mengalami kram. Bukan cuma satu, termasuk kiper kami, Dimas Galih dengan dua kaki kram. Semua ini proses, kami akan istirahatkan mereka dan semoga kebugaran mereka lebih baik lagi.”
Meski berhasil mencuri satu angka, eks arsitek Madura United itu justru merasa kurang puas dengan penampilan lini serang anak asuhnya. Beberapa peluang emas tercipta melalui kaki Ferinando Pahabol dan Patrich Wanggai di babak kedua.
“Kami bisa menembus, ciptakan banyak peluang, tapi penyelesaian akhir kurang. Kami akan berlatih lagi, lebih tenang, karena pertandingan besar tidak bisa kehilangan seperti itu,” sesalnya.
“Diogo [Campos] pemain sangat lincah sekali, dan punya kemampuan. Dia lari terus menerus, dan membantu tim ini dengan kecepatan serta umpannya. Sejak melawan PSIS, Campos juga tampil baik. Saya yakin dia juga akan cetak gol di pertandingan berikutnya, tinggal butuh waktu saja.”
Senada dengan Gomes, kapten Kalteng Putra I Gede Sukadana merasa senang dengan raihan satu poin di markas Bajul Ijo. Sukadana menilai rekan-rekannya telah berjuang keras untuk mengimbangi permainan agresif Persebaya.
“Saya pribadi sangat bersyukur kami bisa mencuri poin di Surabaya. Saya pikir Persebaya sudah bermain dengan luar biasa. Tapi, kami dengan sabar bisa meladeni permainan mereka,” ujarnya. (gk-62)




