PSM Makassar harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC pada leg pertama babak delapan besar Piala Indonesia di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4). Juku Eja takluk dengan skor 4-2.
Menurut pelatih PSM Darije Kalezic, timnya takluk karena kesalahannya sendiri. Anak asuhannya memulai pertandingan secara tidak baik sehingga kebobolan dua gol ketika pertandingan baru jalan 16 menit.
Permasalahan tersebut yang akhirnya membuat PSM jadi kesulitan untuk mengalahkan Bhayangkara FC. Klub asal Makassar tersebut sempat menyamakan kedudukan melalui Wiljan Pluim dan Zulham Zamrun.
Namun, Vendry Mofu serta Herman Dzumafo mampu menjebol gawang Rivky Mokodompit. Di waktu yang tersisa PSM terus berusaha memperkecil ketinggalan dengan segala cara.
"Pada momen tersebut [setelah imbang 2-2] saya ada perasaan pemain kami ingin menang, yang mana itu tidak perlu. Dan akhirnya kami kemasukan dua gol yang tak perlu. Dengan hasil seperti ini pertandingan kita selanjutnya semakin sulit," kata Kalezic usai laga.




"Setelah mencetak gol kedua, kita kemasukan gol ketiga dari mereka, itu cepat sekali. Gol itu merusak moral dan mental dari pemain. Namun gol keempat Bhayangkara itu seharusnya tidak bisa terjadi karena 3-2 lebih baik bagi kami," tambahnya.
Akibat kekalahan tersebut PSM harus menang minimal dua gol atas Bhayangkara FC untuk lolos ke semi-final. Duel leg kedua bakal dilaksanakan pada 3 Mei 2019.
Goal Indonesia