Berita Live Scores
Fitur & Opini

Goalpedia: Mengapa Banyak Klub Indonesia Berawalan "Per" Dan "PS"?

07.27 WIB 14/05/21
Taufik Hidayat Selebrasi Persija Jakarta vs Persib Bandung
Terdengar membosankan, namun sejatinya itu merupakan sebuah kearifan lokal yang dimiliki Indonesia. Kok bisa?

Pernahkah Anda bertanya "mengapa klub bola Indonesia banyak yang memakai awalan 'Per' dan 'PS'?"

Hal seperti itu mungkin jadi ganjalan di pikiran dan bisa saja Anda bosan mendengarnya karena banyak klub di Tanah Air yang masih mengadopsi itu di tengah modernitas seperti sekarang.

Lantas dari mana awal mula penggunaan nama yang jamak tersebut?

Goal coba membahasnya di sini!

Alkisah...

Penyematan "Per" dan "PS" untuk klub bola di Indonesia bermula dari sejarah masa lalu. Di negara ini, klub yang sudah lama berdiri biasanya berbentuk perserikatan yang terdiri dari beberapa gabungan klub kecil dalam satu daerah.

Mengutip penjelasan Rahmat Taufik di Quora, klub-klub kecil tersebut kemudian berserikat membentuk satu klub induk, dan sebagai hasilnya adalah 'Persatuan Sepakbola', yang lantas akrab disebut Per, Persi atau PS tergantung kesepakatan dari perserikatan tersebut.

Dan karena itu merupakan identitas, nama Per, Persi dan PS kemudian diikuti oleh nama daerah atau wilayah tertentu -- seperti Persija yang merujuk Jakarta, Bandung dengan Persib sampai PSIS yang tak bisa dilepaskan dari Semarang.

Meski begitu, sejarah mencatat bahwa pola itu sempat berubah ketika sepakbola menjadi industri. Hal itu pertama kali dilihat di era Galatama serta saat Indonesia mengalami dualisme liga menyusul berkembangnya LPI pada 2011 silam.

Di masa lalu muncul banyak klub dengan nama yang menarik seperti Niac Mitra, Pelita Jaya, Arseto Solo, Krama Yudha Tiga Berlian untuk era Galatama, selagi Batavia Union, Real Mataram hingga Bali De Vata terdengar keren di bawah naungan LPI.

Di era berikutnya, kita mulai sering mendapati klub lokal yang mengadopsi nama "United" hingga FC di belakangnya. Hal itu dimungkinkan lantaran jual-beli klub tak lagi tabu, dengan Bali United sampai Borneo FC menjadi contoh kasus yang bagus.

Akan tetapi akar sejarah tidak bisa bohong bahwa klub-klub itu bermula dari yang namanya "Per" atau "PS".

Mungkinkah "Per" & "PS" Musnah?

Sulit, karena itu sudah menjadi kearifan lokal yang hanya dimiliki Indonesia.

Harusnya kita turut melestarikan sembari tetap menerima perubahan yang ada seiring perkembangan zaman.

Ke depan pasti akan ada banyak nama klub yang terdengar modern dengan awalan atau imbuhan United, FC bahkan City di negeri tercinta ini.

Sekarang tinggal kita yang mau melestarikan atau berjalan beriringan dengan modernitas perubahan.