Cesar Azpilicueta tak dapat menutupi rasa senangnya setelah mengapteni Chelsea di final Liga Champions dan menjadi juara.
Di gelaran puncak melawan Manchester City, Minggu (30/5) dini hari WIB tadi, Chelsea keluar sebagai pemenang lewat gol semata wayang yang dicetak Kai Havertz.
Keberhasilan ini sekaligus melengkapi trofi yang diraih Azpilicueta sejak merapat ke Chelsea pada musim panas 2012 silam, dengan ia sebelumnya sukses menyabet gelar Liga Europa dua kali, Liga Primer Inggris dua kali, Piala FA sekali dan Piala Liga sekali.
Dua kompetisi yang gagal ia menangkan adalah Piala Dunia Antarklub edisi 2012 dan Piala Super UEFA 2013 & 2019.
Seusai bubaran, Azpilicueta mengatakan: “Ada banyak emosi. Ini sudah menjadi musim yang sulit, namun kami mengakhirinya dengan cara sebaik mungkin. Kami sangat layak [mendapatkannya],” ujarnya kepada laman resmi UEFA.
“Saya ingin menyanjung keseluruhan tim, dari persiapan yang dilakukan para staf dan semua orang, luar biasa.
“Ketika Anda bermain untuk klub seperti Chelsea, Anda selalu menatap ke depan. Kami merayakan ini, kami juara, namun kemudian kami akan kembali dan kami ingin bertarung untuk semua trofi.
“Saya senang bahwa malam ini saya bisa menempatkan tangan saya di trofi yang saya lewatkan.”
Bek yang direkrut dari Marseille ini menambahkan: “Saya kemarin mengatakan bahwa saya bangga untuk memimpin tim ini [di final] namun saya ingin lebih bangga lagi, dan ini luar biasa, setelah sembilan tahun akhirnya memiliki kesempatan ini.
“Terima kasih kepada rekan satu tim dan semua orang di klub. Kita berhasil menjadi juara dan tentu saja saya sangat bahagia.”
Pertandingan di Estadio do Dragao semalam merupakan start yang ke-26 untuk Azpilicueta di bawah arahan Thomas Tuchel musim ini, namun ia tak ketinggalan memuji peran N’Golo Kante di lini tengah.
“Dia melakukan segalanya,” lanjut Azpilicueta. “Energi yang ia hadirkan, cara dia membawa bola ke depan. Dia adalah pemain spesial, dia telah memenangkan Piala Dunia, Liga Primer, namun dia sangat rendah hati. Saya sangat senang untuknya, dia adalah bagian besar dari tim ini.”




